Archive for Maret 2013

3 Nama, 1 Dahi, 7 Kerutan

Dahi Kelas Inspirasi Makassar

Di antara banyak keunikan dari kegiatan Indonesia Menyala dalam hal ini adalah persiapan Kelas Inspirasi, terdapat satu mozaik cerita singkat yang cukup unik dan sangat sayang untuk dilewatkan. Cerita kali ini membahas bukan tentang bagaimana kegiatannya dan bagaimana kegiatan itu berlangsung, tetapi akan membahas tentang “segelintir” orang unik yang menjadi bagian dari kegiatan ini (ingat yaa, kata “segelintir” nya menggunakan tanda kutip, jadi dengan nikmat akal yang telah Tuhan berikan kepada kita semua, saya yakin teman-teman sudah bisa mengartikan sendiri apa maksudnya. “apa memang maksudnya bro?” wadduh heheheh “sebenarnya saya juga tidak tahu”).

Cerita ini bukan cerita fiktif belaka, jadi jika ada kesamaan nama, tempat, waktu, dan sebagainya, itu benar-benar adalah kesengajaan kami – problem bos?. Tak ada maksud apapun menuliskannya, tak ada maksud negatif apapun, semata-mata untuk dijadikan cerita yang akan menjadi kenangan kita di hari esok, ketika kita sudah tua dan beranak-cucu nanti – ce ileh heheheh. Sepakat? “IYA” oke. Jadi, tak perlu berlama-lama lagi, selamat membaca.

Ceritanya berlatar waktu pada Januari 2013, tepat pada masa-masa awal tahap persiapan kegiatan Kelas Inspirasi, kala itu melalui pesan singkat ada undangan untuk menghadiri kopdar (kopi darat = bertemu di daratan sambil minum top kopi, kopinya orang Indonesia *selip iklan heheheh* = rapat santai) di bagian tribun lapangan Karebosi. Kurang lebih seperti inilah redaksi pesan singkatnya:

“Teman-teman Penyala, kopdar akan dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Januari 2013 pukul 10.00 Wita (ontime) di tribun Karebosi. Silahkan hubungi Arya 085398212428, Warqah 081355275463, Faat 081354819151”

Singkat cerita, berangkatlah kami ke sana, ber asoy­-geboy di jalanan ibukota, menikmati beberapa godaan kedip si tiga mata: kuning, merah, daaaaan hijau, wuuussshhh melesat, menukik kiri-kanan, dan akhirnya sekali lagi singkat cerita, sampailah kami di sana. Kami disambut dengan gerimis romantis yang indah yang pelan-pelan melululantahkan tembok semu jahat sang karbon monoksida jalanan. Dan tedeeeet, naiklah kami ke panggung tribunnya, memandang jauh ke pepohonan hijau rindang di sebarang sana, ke puncak mandala yang menggelorakan rasa cinta pada bangsa, namun kemudian jatuh berkeping-keping ketika memandang lambang olimpiade dengan lima bundaran berwarna cerah lusuhnya di lantai lapangan, bertanya-tanya “kapan Indonesia akan juara olimpiade?”. (hahahah, mohon maaf tulisan di paragraf ini sedikit over dan melenceng dari gaya tulisan awal, mari kita kembali ke gaya awal).

Dan sekali lagi singkat cerita, setelah melalui perang hebat antara pasukan idealis yang ingin tetap menunggu dan pasukan yang beringas-menggerutu ingin pulang karena jadwal ontime nya molor sekitar 1 jam lebih - heheheh, berkumpullah teman-teman Penyala. Ketika itu, saya mulai bertanya-tanya dalam hati, yang mana yang namanya Arya, yang mana Warqah, dan yang mana yang Faat.

30 menit sebelumnya...

Plot cerita saya kembalikan ke bagian 30 menit sebelumnya, tepat ketika pasukan beringas yang ingin pulang berhasil merobohkan beberapa bagian tembok pertahanan yang dijaga oleh pasukan idealis yang ingin tetap menunggu - heheheh. Waktu itu saya mulai memikirkan untuk menelepon nama-nama yang ada di pesan singkat undangan tadi untuk menanyakan “kopdar hari ini, jadi atau tidak?”. Namun, sebelum menelepon, karena belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya, pikirku ada baiknya terlebih dahulu dilakukan analisis tipologi nama dari mereka masing-masing untuk menyesuaikan kesan suara pertama yang akan diberikan – ce ileh, hebohnya deh, heheheh. Berikut analisis saya waktu itu:

*** Nama 1: ARYA

Namanya Arya, letaknya di pesan singkat undangan tadi adalah yang paling awal disebutkan dari ketiga nama yang ada, jadi hipotesisnya dia adalah yang paling superior dari kedua nama yang lain, bisa jadi pemimpinnya, bisa jadi yang paling tahu semuanya, bisa jadi dialah yang menginisiasi kegiatan kopdar ini. Dalam hal redaksi nama: Arya, tentunya kita semua sepakat kalau nama Arya ini di lingkungan/mindset orang Indonesia adalah nama panggilan untuk seorang yang berjenis kelamin laki-laki. Jadi kesimpulannya, Arya adalah seorang laki-laki kharismatik yang menjadi pemimpin kegiatan ini.

***Nama 2: WARQAH

Namanya Warqah, letaknya di pesan singkat undangan tadi berada di urutan kedua, jadi hipotesisnya nomor dua itu biasanya adalah wakilnya atau karena organisasi ini baru dibentuk makanya kemungkinan besarnya adalah seorang sekretaris, seorang yang tidak banyak bicara, tapi tahu banyak tentang kegiatan ini, namanya ditempatkan di nomor dua untuk menggantikan nama yang paling awal apabila berhalangan. Dalam hal redaksi nama: Warqah, huruf “W” sebagai huruf awal namanya mengarahkan kita bahwa pemilik nama ini berjenis kelamin seorang perempuan. Selanjutnya, setelah menilik keseluruhan namanya, maka kita akan berpikiran bahwa nama ini adalah nama yang ber genre islami dengan patokan huruf “Q” di tengah-tengah dan huruf “H” di akhir nama yang biasanya identik dengan redaksi arab-arab. Jadi kesimpulannya, Warqah adalah seorang perempuan yang berasal dari keluarga yang taat beragama (karena orang tuanya memberikan nama yang ber genre islami kepada anaknya) yang berposisi sebagai sekretaris kegiatan ini (posisi sekretaris identik dengan perempuan).

***Nama 3: FAAT

Namanya Faat, letaknya di pesan singkat undangan tadi berada di urutan terakhir, jadi hipotesisnya nomor terakhir itu biasanya hanya dicantumkan di sana sebagai pelengkap apalagi biasanya 2 nama sudah cukup, sebagai bawahan yang serba bisa dan telaten dalam bekerja, hanya sebagai kroco-kroco atau kacuping-kacuping dalam kegiatan ini, namun memiliki tekad kuat dan sangat dapat diandalkan, semata-mata namanya diletakkan di sana sebagai wujud bualan kalau “Anda itu orang penting, jadi tetaplah bekerja untuk kami” ­– hahahah. Dalam hal redaksi nama: Faat, sulit untuk menyimpulkan jenis kelamin si pemilik nama ini bisa jadi laki-laki, bisa jadi perempuan, maka untuk sementara mari kita bungkus dulu. Jadi kesimpulannya, Faat adalah seorang bawahan yang memiliki kinerja yang cukup bagus dalam kegiatan ini yang berjenis kelamin bisa jadi laki-laki dan bisa jadi perempuan – hahahah.

Kembali ke 30 menit kemudian...

Sebagaimana biasanya sebuah kegiatan yang orang-orang yang hadir adalah orang-orang yang baru bertemu, maka seketika itu terjadilah seremonial saling jabat tangan yang dilanjutkan dengan berkenalan nama.

Nama pertama dari ketiga nama yang telah dianalisis di atas yang ku jabat, ku sentuh, dan ku belai – wadduh heheheh – adalah tangan orang yang bernama Warqah. Sosok perempuan cantik, anggun, berjilbab, dan islami yang sedari tadi merekah di pikiranku, sedetik kemudian meledak dan abunya beterbangan di mana-mana menutupi udara. Ternyata seorang laki berotot dengan nama lengkap Muhammad Warqah Hamzah. Selanjutnya, nama kedua yang ku jabat tangannya adalah tangan orang yang bernama Faat. Akhirnya jawaban dari kebimbangan antara laki-laki dan perempuan tadi terjawab sudah, Faat adalah seorang laki-laki, dengan gaya rambut mirip Amir Khan nya Bollywood lengkap dengan kumis tipis mempesonanya, dengan nama lengkap Muhammad Syafaat Mustari, sama sekali tidak ada potongan untuk jadi bawahan – hahahah.

Setelah itu, saya mencari-cari nama orang terakhir: Arya, ingin ku tahu seberapa kharismatik lelaki pemimpin ini, ternyata orangnya telat datang karena sesuatu dan lain hal. Singkat cerita, di penghujung kopdar setelah kita bersabar mendengar ceramah panjang dari Kak Bunga yang tidak peka terhadap wajah-wajah lusuh hadirin yang sedari tadi ingin segera mengakhiri kopdar kali ini, datanglah sosok Arya yang ku tunggu-tunggu itu didampingi dan diantar oleh Faat (kalau dipikir-pikir ulang, Faat ini memang cocok jadi bawahan yaa, hahahah). Booommm!!! 10 bom atom sekaliber bom atom di Herosima – Nagasaki meledak bersamaan di kepalaku, Arya ternyata seorang perempuan manis berjilbab dengan tinggi semampai, dengan nama panjang Nur Syarianingsih Syam. Weleh-weleh, dari 3 nama, untuk 1 dahi, dengan 7 kerutan.

Posted in , , , , | 4 Comments
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.