Cinta, Kue Buroncong, & Kue Burongkoh

Postingan ini saya mulai tanpa pembuka seperti postingan-postingan sebelumnya. Singkatnya, ide tulisan postingan ini terjadi karena saya sedang lapar, sedikit nge galau hahahah, plus pikiran gokil yang tiba-tiba saja datang, maka jadilah tulisan-tulisan di bawah ini. Intinya adalah hubungan keterpaksaan antara “cinta”, “kue buroncong”, dan “kue burongkoh”, selamat menikmati kelezatannya.

Kue Buroncong Kue Burongkoh

#1 CINTA PALSU itu mirip-mirip KUE BURONCONG, indah dan enak pada awalnya, tapi lama-lama jadi keras dan hambar.

#2 CINTA SEJATI itu mirip-mirip KUE BURONGKOH, panas-panas baru jadi enak, dingin-dingin masuk kulkas enak, biasa-biasa juga enak. Makin lama, makin doyan.

#3 Sangat mudah untuk mencari KUE BURONCONG, pagi-pagi banyak kok di pinggir jalan dan di perempatan.

#4 Tapi kalau KUE BURONGKOH, carinya butuh tenaga ekstra, karena hanya dijual di tempat-tempat tertentu dan biasanya baru dibuat kalau ada hajatan.

#5 Cara buat KUE BURONCONG juga tergolong mudah, tinggal buat adonan campuran tepung, kelapa, dan sedikit gula. Makanya harganya murah.

#6 Tapi kalau KUE BURONGKOH, buatnya butuh proses yang lama dan pengerjaan istimewa: adonannya, cara bungkusnya, dan cara ngukusnya. Makanya harganya mahal.

#7 KUE BURONCONG itu tergolong kue yang terbuka, dan karena itu kemungkinan sedikit tidak hiegenis.

#8 Kalau KUE BORONGKOH tergolong kue yang tertutup, dibungkus oleh daun pisang, dan karena itu peluang ketidakhiegenisnya tentu kecil.

Sekian. Sebagai penutup, dihubungkan dengan apa yang telah saya tuliskan di atas, izinkan saya untuk sedikit memberikan saran bagi Anda yang sedang mencari pasangan hidup, carilah pasangan yang sifatnya seperti KUE BURONGKOH, maka insya Allah hubungan Anda akan menjadi hubungan bertipe KUE BURONGKOH pula.

Posted in , , , , , , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.