Archive for Mei 2012

Obat Anti Insomnia a la Monzter

Insomnia Sewaktu masih kuliah dulu, sebagai seorang ndeso dari kampung yang demi untuk mengejar mimpinya, akhirnya merantau ke kota heheheh, saya seringkali mendengar beberapa istilah “kota” yang diucapkan atau menjadi bagian dari percakapan lepas teman-teman kampus yang begitu asing dan saya tidak tahu artinya (asli kunonya, heheheh). Diperparah dengan kegengsian dan kemalu-maluan, saya pun hanya menyimpan istilah-istilah tersebut di kepala, tanpa berusaha untuk mencari tahu artinya, yang saya akui untuk beberapa waktu tertentu saya juga merasa “tersiksa” dan penasaran, apa sih sebenarnya arti dari istilah-istilah tersebut.

Salah satu istilah “kota” yang begitu asing di telinga ndeso seperti saya ketika itu adalah istilah INSOMNIA. Teman-teman di kampus seringkali berujar kalau dirinya itu menderita insomnia. Bukan hanya dalam percakapan verbal, istilah insomnia pun seringkali menghiasi status teman-teman di facebook seperti dengan menulis: “insomnia again, oh no” atau “tersiksa banget karena insomnia” dan sebagainya. Terus terang, arti dari istilah insomnia ini baru benar-benar saya paham betul saat saya menginjak semester 7 perkuliahan. Sederhananya menurut yang saya tangkap dan pahami waktu itu, insomnia adalah sebuah penyakit yang mengakibatkan penderitanya susah tertidur (terlelap) di malam hari. Pikirku waktu itu, insomnia mungkin disebabkan karena pola tidur yang tidak teratur, karena sedang banyak masalah atau pikiran, dan bisa juga karena adanya gangguan kesehatan yang akhirnya memunculkan penyakit tersebut.

Terus terang, saya merasa aneh bin menggelitik dengan penyakit yang satu ini, benar-benar tidak masuk akal pikirku. Apa sih susahnya tidur itu, kok susah amat yaa, semua orang selalu pasti bisa untuk tidur. Meskipun sebenarnya ketika saya ditanya bagaimana cara tertidur itu saya tidak tahu jawabannya, tapi kalau ditanya bagaimana proses atau cara untuk “memancing” diri kita untuk tertidur, maka saya akan jawab dengan mudah dengan jawaban tinggal berbaring relaks, memejamkan mata, dan mengosongkan pikiran, tunggu beberapa waktu, maka tertidurlah kita, ngoroklah kita, dan bermimpi indahlah kita heheh.

Waktu di kampung dulu, saya tidak pernah mendengar ada orang yang menderita penyakit susah tidur seperti ini, meskipun tetap ada pengecualian bagi orang-orang yang sedang menderita penyakit atau sedang punya masalah dan banyak pikiran. Di kampung dulu, paling lambat jam 11 malam, semua orang sudah tidur, dan tidurnya pun adalah yang berkategori tidur lelap. Di malam hari, hanya ada gonggongan anjing yang seringkali memecah malam karena menyahut kepada sesamanya, menyahut kepada mereka-mereka yang halus yang lompat-lompat, yang ngesot-ngesot, yang terbang-terbang, yang tembus-tembus, dan sebagainya, atau menyahut kepada mereka-mereka yang kasar yang bertopeng, mengendap-endap, dan bersenjata tajam hahahah. Jadi kesimpulanku, penyakit insomnia ini adalah penyakit yang menyerang orang-orang kota dan sok modern (istilahnya: mayoritas diderita oleh orang-orang yang tinggal di kota) dan sangat jarang menyerang orang-orang ndeso dan bersahaja heheheh.

Berhubung karena saya sudah merantau dan berdomisili di kota selama hampir 5 (lima) tahun lamanya, memiliki KTP kota, jatuh cinta sama cewek kota wahahah, makan makanan kota, dan hidup dengan pola kehidupan kota (ngapa mi seng orang kota ee heheheh), akhirnya tak disangka dan tak dinyana, beberapa waktu yang lalu saya pun untuk pertama kalinya mengalami penyakit insomnia ini. Satu kata yang mewakili untuk mendeskripsikan penyakit ini yaitu TER-SIK-SA. Bagaimana tidak tersiksa: Pertama, tubuh sudah lelah dan kecapean karena segudang aktivitas dan pekerjaan hari ini, tapi tubuh (bisa juga: mata) tidak bisa tertidur untuk memulihkan tenaga untuk dipakai lagi di esok hari. Kedua, orang-orang di sekitar termasuk tetangga sudah tertidur semua, saya di sini masih terjaga dan mengandai-ngandai betapa nikmatnya kalau bisa memejamkan mata dan tertidur. Dan ketiga, tersiksa karena justru karena tidak bisa tidur ini, berbagai masalah dan beban pikiran yang sedang saya hadapi akhirnya muncul satu per satu, saling mengait, dan bergerak semrawutan di dalam kepala, dan mau tak mau memaksa saya untuk memikirkannya dan menemukan solusinya, tambah parah.

Namun akhirnya saya pun menemukan cara/solusi/obat untuk menghilangkan penyakit insomnia ini dan terbukti ampuh dan mujarab untuk diri saya sendiri. Cara ini sebenarnya sudah saya lakukan sejak kecil dulu sewaktu masih sekolah, ketika saya tidak bisa tidur karena memikirkan soal-soal ulangan esok hari yang istilahku “tidak akan ada jawaban, kecuali dari pikiranmu, karena nyontek itu dilarang dan memalukan” sok, karena berbagai hafalan rumus-rumus fisika dari Keppler, Newton, dan Voltase yang sedang melayang-layang di kepala dan tidak mau diam, atau karena PR-PR ku yang belum sempat saya selesaikan malam ini dan diharuskan bangun di subuh hari untuk melanjutkan pengerjaannya. Cara yang saya maksudkan sebenarnya bisa dikatakan adalah sebuah cara norak yang saya harap teman-teman para pembaca postingan ini juga bisa mempraktekkannya, di sini saya hanya mau berbagi cara/solusi/obat bagi teman-teman yang sudah merasa putus asa untuk menghilangkan penyakit insomnia yang sedang dideritanya.

Cara yang saya maksud adalah dengan memikirkan hal-hal yang kita anggap menyenangkan atau kita sukai sampai ke hal sedetail-detailnya. Contoh dari pengalaman saya sendiri (catatan: tak bermaksud lebay yak), waktu kecil dulu saya suka menggambar, khususnya menggambar rumah, suka dengan suasana keluarga, dan cukup tertarik untuk hal-hal yang berbau bisnis dan wirausaha (kurang lebih seperti game PS: Harvest Moon – Bact to Nature lah: ada rumah tinggal, rumah hewan, dan kompleks pertanian, ada interaksi dengan orang-orang dan keluarga, dan ada kegiatan bisnis berupa pertanian dan peternakan). Berangkat dari hal-hal yang saya anggap menyenangkan tersebut, ketika saya tidak bisa tidur, maka saya akan memposisikan diri saya sebagai seorang yang memegang stick PS atau sebagai seorang sutradara atau sebagai personal eyes (penglihatan langsung dari orangnya) dan segera memulai adegannya.

Adegan ku mulai dari gambaran sekumpulan orang-orang yang berencana untuk pindah ke suatu tempat untuk mendapatkan kehidupan baru (semacam bertransmigrasi lah), pada adegan ini saya akan detailkan mengenai berapa jumlah mereka, komposisi pria-wanitanya, komposisi umur mereka, wajah mereka, sampai pada personality mereka. Adegan selanjutnya adalah bagaimana cara mereka pindah dimulai dari mengemas barang-barang yang akan dibawa dan perjalanan mereka untuk sampai pada tempat tujuan. Adegan selanjutnya seringkali saya memikirkan kalau mereka ini sampai pada suatu tempat yang cukup lapang, terpencil, dan pada beberapa bagiannya adalah hutan. Adegan selanjutnya adalah mereka mulai merencanakan untuk membangun rumah sederhana untuk mereka tinggali, detailnya: bagaimana pembagian tugas mereka: yang mengambil kayu dari hutan, yang memotong kayu, yang memasang dan memaku, sedang wanita-wanitanya menyiapkan makan siang seadanya, dan seterusnya. Setelah itu saya akan memikirkan bagaimana gambar rumah mereka, dengan desain yang sederhana, namun tetap apik dan kelihatan indah, dan bisa menampung mereka di dalamnya. Melompat ke adegan yang lebih jauh, mereka mulai membuka lahan untuk bercocok tanam, berkebun, dan sebagainya disesuaikan dengan kondisi tanah dan cuaca daerah tersebut, dan hasilnya setelah dipanen akan dijual ke pasar yang jauhnya berpuluh-puluh kilometer yang mereka tempuh berjam-jam dengan berjalan kaki. Hasil dari penjualan tersebut, kemudian mereka belikan barang-barang kebutuhan lainnya dan sebagiannya lagi mereka tabung. Dan seterusnya dan seterusnya.

Seringkali ketika memikirkan beberapa detail dari satu adegan, saya seringkali sudah merasa rileks dan akhirnya tertidur. Esoknya, ketika menjelang tidur lagi, saya akan melanjutkan adegan terakhir dari yang terpotong sebelumnya. Begitulah seterusnya sampai sedetail-detailnya hingga menjadi sebuah cerita kehidupan yang kompleks dan holystic.

Beberapa waktu terakhir ini, saya kembali mengalami sedikit gangguan untuk bisa tidur lebih cepat. Namun kali ini adegan ceritanya tidak selebay seperti adegan-adegan di atas waktu kecil dulu. Adegan-adegan yang ku munculkan di pikiran adalah adegan-adegan tentang step by step membangun rumah idaman masa depanku: lokasinya di mana, luas tanahnya berapa, model pagarnya, tampak atasnya, pembagian ruangannya, dan sebagainya. Meskipun saya tidak sempat menghitung berapa waktu yang saya habiskan untuk memikirkan hal-hal tersebut hingga saya tertidur, namun saya yakin hal tersebut hanya butuh belasan menit saja, bahkan bisa jadi hanya beberapa menit saja.

Saya kira bagi teman-teman yang sedang menderita atau mengalami insomnia, tidak ada salahnya untuk mencoba cara saya ini. Mungkin teman-teman masih bingung mengenai bagaimana cara memulainya, yaa sederhanya teman-teman hanya tinggal memikirkan sejenak mengenai hal-hal apa yang teman-teman anggap menyenangkan atau teman-teman sukai, lalu kemudian mengarahkan pikiran kita sebagai seorang pemegang stick atau sebagai sutradara atau personal eyes dan mulai memikirkannya. Contoh sederhana lainnya: kalau teman-teman suka traveling, selanjutnya memikirkan akan traveling ke mana, packing hal-hal yang mau dibawa, mungkin bisa ngajak teman, perjalanan di pesawat, sampai di tujuan, membayangkan suasana bandara, makan siang di mana, dan seterusnya dan seterusnya, cukup yah. Pokoknya selamat mencoba heheheh.

Posted in , , , | Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.