Menunggu Desember 2012: Ujian Profesi Advokat

Membuka postingan kali ini, izinkan saya menyanyikan sepenggal lagu syahdu ciptaan Mbak Melly Goeslaw (PERHATIAN: saya mohon dengan sangat untuk jangan sekali-kali membayangkan bagaimana saya menyanyikannya hahahah).

menghitung hari

detik demi detik

masa ku nanti apa kan ada

jalan cerita kisah yang panjang

menghitung hari

Ya, penggalan lagu itulah yang bisa dikatakan mewakili gundah gulananya (cee ileh :p) perasaanku saat ini setelah mengetahui kalau Ujian Profesi Advokat (UPA) baru akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012. Jika seandainya menyalahkan itu dibolehkan, maka saya akan menyalahkan si dosen yang kalo ngajar lihatnya ke dinding belakang kelas yang ngurus administrasi jadwal PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) yang lalu. Yang karena amburadulnya administrasi dan manajemen yang ada, hingga jadwal pelaksanaan PKPA bertabrakan dengan jadwal pelaksanaan UPA, dan karena itu gugurlah peluang untuk mengikuti UPA tahun lalu sehingga harus menunggu UPA tahun ini. Perlu digarisbawahi bahwa 12 bulan adalah waktu yang cukup lama, TITIK.

Informasi mengenai pelaksanaan UPA tahun ini yaitu pada Desember 2012 saya dapatkan langsung dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) melalui surel (surat elektronik) yang mereka kirimkan. Agar ke shahihan info ini dapat dibuktikan, berikut di bawah ini saya tempelkan potongan gambar surel-surel antara saya dengan Peradi.

1. Surel dari saya ke Peradi, tertanggal 19 Maret 2012 pukul 16:51 Wita

Surel 1

2. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 19 Maret 2012 pukul 16:51 Wita

Surel 2

3. Surel dari saya ke Peradi, tertanggal 22 Maret 2012 pukul 16:27 Wita

Surel 3 

4. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 22 Maret 2012 pukul 16:27 Wita

Surel 4

4. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 12 April 2012 pukul 15:36 Wita

Surel 5

Dengan demikian, sekali lagi berdasarkan informasi yang saya peroleh dari surel-surel komunikasi di atas, diketahui bahwa pelaksanaan UPA baru akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012. Jadi kalau dihitung-hitung, kita harus menunggu selama 9 bulan (bisa lahir satu anak ini hahahah).

Namun, sebagai bijak yang menghargai waktu dan mensyukuri kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan, alangkah baiknya jika waktu 9 sembilan bulan menunggu tersebut kita gunakan untuk mempersiapkan diri, mengulang teori-teori ilmu hukum yang ada, memahirkan beberapa kemampuan praktis yang akan diteskan, sehingga kelak jika waktu UPA telah tiba, tidak ada kendala yang berarti dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal-soalnya, dan akhirnya lulus tes lah kita. Alangkah menyesalnya kita, jika waktu selama 9 bulan ini kita gunakan hanya untuk hal-hal yang antah berantah, tak ada gunanya, lalu pada saat UPA hanya sedikit soal yang bisa kita jawab dan selesaiakan, dan hasilnya sudah bisa ditebak, kita tidak lulus. Selamat menunggu, selamat belajar, selamat berjuang para calon officium nobile.

Baca lanjutan: Ujian Profesi Advokat Diundur Maret 2013

Oh ya, sekedar promosi dari bisnis sampingan yang saya geluti sambil menunggu pelaksanaan Ujian Profesi Advokat yang diundur ini, Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sejawat (sesama calon officium nobile, insyaAllah :D) yang ingin melihat-lihat produk sutera berupa kemeja, hem, dan sebagainya, bisa mengunjungi website kami Suterawarna.com (atau follow Twitter kami @SuteraWarna atau kunjungi fan pages Facebook kami Sutera Warna) atau bisa dengan mengklik gambar di bawah, terima kasih.

Suterawarna.com

Posted in , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.