Archive for April 2012

KW2 nya Model JILC 2012

Sudah seminggu ini ketika saya lewat di depan JILC Toddopuli dan melihat model baru di spanduk besarnya (model yang di tengah yaa), rasa-rasanya saya pernah lihat dan familiar dengan orang yang mirip dengan itu. Dan sudah seminggu ini pula saya tersiksa memikirkan mengenai miripnya di bagian mana? dan siapa orangnya? hahahah. Berikut di bawah ini adalah gambar spanduknya yang sudah saya crop: (mabok seri 1 heheheh)

Potongan Foto

Kemarin saya lewat lagi di depan JILC Toddopuli dan akhirnya saya mengetahui kalau bagian miripnya adalah pada bagian matanya atau paling tidak pada sorot matanya yang saya istilahkan termasuk dalam kategori syahdu-syahdu mematikan Wakakakak. Berikut di bawah ini gambar matanya yang sudah di zoom dan di crop: (mabok seri 2, heheheh)

Hmmm… orangnya memang sangat mirip, utamanya pada bagian matanya (sorot matanya) hahahah. Dan setelah saya mencari-cari (“mencari-cari” sebenarnya adalah istilah pembenaran dari “menyabotase”. Peace!!!) foto-fotonya di FB, lalu menyeleksinya dengan susah payah untuk menemukan yang paling mirip, inilah hasilnya. Mirip toh? yaa paling tidak di sekitaran KW 2 lah miripnya.

 

Mohon maaf bagi orang si empunya foto di atas atau yang merasa mirip dengan foto di atas atas keonaran yang saya buat ini, yang saya perkirakan membuat Anda di sana sedikit tersakkots-sakkots atau mual-mual berhadiah. Postingan ini dibuat hanya sebagai ajang reunian semata untuk mempererat tali silaturahmi di antara kita peace!!! Appahhh? wueeek ;p

CATATAN: foto di atas adalah non fiktif belaka, jadi jika ada persamaan orang, gambar, bentuk, dan sebagainya dan itu membuat ketersinggungan atau ketidakenakan di dalam dada dan panas di kepala (meskipun sebenarnya kecil kemungkinan), silahkan melayangkan surat protes kepada kami baik via call maupun via SMS, maka kami akan segera menghapus postingan ini heheheh (tapi saya harap tidak ada ji). Terima kasih.

Posted in , | Leave a comment

Menunggu Desember 2012: Ujian Profesi Advokat

Membuka postingan kali ini, izinkan saya menyanyikan sepenggal lagu syahdu ciptaan Mbak Melly Goeslaw (PERHATIAN: saya mohon dengan sangat untuk jangan sekali-kali membayangkan bagaimana saya menyanyikannya hahahah).

menghitung hari

detik demi detik

masa ku nanti apa kan ada

jalan cerita kisah yang panjang

menghitung hari

Ya, penggalan lagu itulah yang bisa dikatakan mewakili gundah gulananya (cee ileh :p) perasaanku saat ini setelah mengetahui kalau Ujian Profesi Advokat (UPA) baru akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012. Jika seandainya menyalahkan itu dibolehkan, maka saya akan menyalahkan si dosen yang kalo ngajar lihatnya ke dinding belakang kelas yang ngurus administrasi jadwal PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat) yang lalu. Yang karena amburadulnya administrasi dan manajemen yang ada, hingga jadwal pelaksanaan PKPA bertabrakan dengan jadwal pelaksanaan UPA, dan karena itu gugurlah peluang untuk mengikuti UPA tahun lalu sehingga harus menunggu UPA tahun ini. Perlu digarisbawahi bahwa 12 bulan adalah waktu yang cukup lama, TITIK.

Informasi mengenai pelaksanaan UPA tahun ini yaitu pada Desember 2012 saya dapatkan langsung dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) melalui surel (surat elektronik) yang mereka kirimkan. Agar ke shahihan info ini dapat dibuktikan, berikut di bawah ini saya tempelkan potongan gambar surel-surel antara saya dengan Peradi.

1. Surel dari saya ke Peradi, tertanggal 19 Maret 2012 pukul 16:51 Wita

Surel 1

2. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 19 Maret 2012 pukul 16:51 Wita

Surel 2

3. Surel dari saya ke Peradi, tertanggal 22 Maret 2012 pukul 16:27 Wita

Surel 3 

4. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 22 Maret 2012 pukul 16:27 Wita

Surel 4

4. Surel dari Peradi ke Saya, tertanggal 12 April 2012 pukul 15:36 Wita

Surel 5

Dengan demikian, sekali lagi berdasarkan informasi yang saya peroleh dari surel-surel komunikasi di atas, diketahui bahwa pelaksanaan UPA baru akan dilaksanakan pada bulan Desember 2012. Jadi kalau dihitung-hitung, kita harus menunggu selama 9 bulan (bisa lahir satu anak ini hahahah).

Namun, sebagai bijak yang menghargai waktu dan mensyukuri kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan, alangkah baiknya jika waktu 9 sembilan bulan menunggu tersebut kita gunakan untuk mempersiapkan diri, mengulang teori-teori ilmu hukum yang ada, memahirkan beberapa kemampuan praktis yang akan diteskan, sehingga kelak jika waktu UPA telah tiba, tidak ada kendala yang berarti dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal-soalnya, dan akhirnya lulus tes lah kita. Alangkah menyesalnya kita, jika waktu selama 9 bulan ini kita gunakan hanya untuk hal-hal yang antah berantah, tak ada gunanya, lalu pada saat UPA hanya sedikit soal yang bisa kita jawab dan selesaiakan, dan hasilnya sudah bisa ditebak, kita tidak lulus. Selamat menunggu, selamat belajar, selamat berjuang para calon officium nobile.

Baca lanjutan: Ujian Profesi Advokat Diundur Maret 2013

Oh ya, sekedar promosi dari bisnis sampingan yang saya geluti sambil menunggu pelaksanaan Ujian Profesi Advokat yang diundur ini, Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sejawat (sesama calon officium nobile, insyaAllah :D) yang ingin melihat-lihat produk sutera berupa kemeja, hem, dan sebagainya, bisa mengunjungi website kami Suterawarna.com (atau follow Twitter kami @SuteraWarna atau kunjungi fan pages Facebook kami Sutera Warna) atau bisa dengan mengklik gambar di bawah, terima kasih.

Suterawarna.com

Posted in , , | Leave a comment

MakassarPropertyDotCom was Not Avalaible

Beberapa waktu yang lalu, diilhami dari membaca beberapa artikel di internet tentang pekerjaan-pekerjaan yang memiliki prospek cerah ke depannya dan dilanjutkan dengan membaca sebuah buku menarik  di toko buku beberapa waktu setelahnya tentang lima pekerjaan yang memiliki prospek besar menjadi milyarder, saya akhirnya kerasukan dengan pikiran-pikiran untuk mencoba bekerja dan meniti karir sebagai seorang broker properti hahahah.

Selanjutnya, diilhami oleh iklan keren Berniaga.com dan TokoBagus.com yang akhir-akhir ini sedang gencar-gencarnya ditayangkan di televisi, saya akhirnya memikirkan sebuah ide untuk membuat sebuah website komersial yang khusus melayani transaksi jual-beli properti seperti ruko, rumah, tanah kavling, dan sebagainya, sehingga nantinya ketika sudah jadi, bisa saya otomatisasi sehingga saya masih bisa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan menyenangkan berikutnya. Berangkat dari itu semua, saya mulai memikirkan tentang pembangunan sistem websitenya, bagaimana menggaet orang yang ingin menjual propertinya untuk memasukkannya ke website ini nanti, dan bagaimana promosinya ke orang-orang.

Hal pertama yang menguras pikiran saya tentang rencana pembuatan website ini adalah mengenai apa nama domain dari websitenya, nama domain yang kira-kira menarik minat pembeli dan penjual, nama domain yang mudah diingat, dan nama domain yang ketika membaca atau mendengarnya maka kita sudah bisa menebak isi dari website tersebut. Setelah beberapa hari saya memikirkannya, di jalanan ketika sedang mengendara, sebelum tidur di malam hari, dan ketika lihat-lihat brand yang ku temui di jalanan, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil nama domain yaitu www.makassarproperty.com, namanya cukup menarik, mudah diingat, mudah diketik di keyboard, dan cukup mewakili isi dari websitenya.

Namun beberapa hari setelahnya, harapan ide itu pun pupus dan hancur berserakan hahahah. Waktu itu saya sedang dalam kegiatan survey percetakan dalam rangka persiapan insya Allah bisnis Independent Publishing ku (mohon doanya yaa semoga niat bisnis ini lancar heheh). Di sebuah lorong di sekitar jalan veteran selatan, saya menemukan sebuah ruko kantor dari apa yang sudah ku pikirkan dan ku rancang selama seminggu ini. Kantor nyata dari www.makasssarproperty.com ternyata sudah ada dan itu artinya www.makassarproperty.com versi ku sudah tidak tersedia lagi.

Merasa sedih sih tidak, justru malah merasa menggelitik, karena apa yang sedang saya pikirkan ternyata sudah dipikirkan oleh orang-orang jauh-jauh waktu sebelumnya. Sebenarnya, saya masih memikirkan untuk tidak menyerah dan memilih cara lain untuk melanjutkan ide saya ini yaitu dengan mengganti nama domainnya dengan nama domain yang berbeda namun tetap menarik. Tapi karena analisis abal-abal saya melihat ruko kantor dari www.makassarproperty.com yang nyata kelihatan tidak ada tanda-tanda kehidupan kantor sama sekali, maka saya akhirnya simpulkan kalau ide bisnis ini masih perlu saya pikirkan matang-matang untuk memulainya heheheh. Istilahku “mengapa kita harus bersusah-susah untuk mengalaminya sendiri, kalau kita sudah bisa melihat hasilnya secara langsung yang telah dilakukan oleh orang lain”.

Ini dia foto ruko kantor dari www.makassarproperty.com yang sempat saya abadikan sesaat setelah menemukannya (11/04/2012) hahahah.

Makassar Property

Dan ini setelah saya zoom banner nya:

Makassar Property Zoom

Posted in , , | Leave a comment

Manakala Hidupmu Susah Untuk Dijalani…

Pagi ini (11/04/2012) ketika saya mengecek inbox surel (surat elektronik) ku, terdapat satu kiriman surel yang isinya begitu menarik dan membuat saya sedikit merenung. Dan saya  pikir ada baiknya saya bagikan kepada para pembaca sekalian yang entah dari mana bisa terdampar di blog saya ini. Surel ini adalah surel yang saya subscribe (berlangganan) yang dikirimkan dari seseorang yang bernama Anne Ahira, seorang pakar internet marketing. Berikut di bawah ini isi surel yang saya maksudkan, semoga bermanfaat.

Toples

Seorang professor berdiri di depan kelas filsafat dan mempunyai beberapa barang di depan mejanya. Saat kelas dimulai, tanpa mengucapkan sepatah kata, dia mengambil sebuah toples mayones kosong yang besar dan mulai mengisi dengan bola-bola golf. Kemudian dia berkata pada para muridnya, apakah toples itu sudah penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak batu koral dan menuangkannya ke dalam toples. Dia mengguncang dengan ringan. Batu-batu koral masuk, mengisi tempat yang kosong di antara bola-bola golf. Kemudian dia bertanya pada para muridnya, Apakah toples itu sudah penuh? Mereka setuju bahwa toples itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil sekotak pasir dan menebarkan ke dalam toples. Tentu saja pasir itu menutup segala sesuatunya. Profesor sekali lagi bertanya apakah toples sudah penuh? Para murid dengan suara bulat berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua cangkir kopi dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, dan secara efektif mengisi ruangan kosong di antara pasir. Para murid tertawa. "Sekarang", kata profesor ketika suara tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu.”

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang penting - Tuhan, keluarga, anak-anak, kesehatan, teman dan para sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka hidupmu masih tetap penuh."

"Batu-batu koral adalah segala hal lain, seperti pekerjaanmu, rumah dan mobil."

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya, hal-hal yg sepele."

"Jika kalian pertama kali memasukkan pasir ke dalam toples,"  lanjut profesor, "Maka tidak akan tersisa ruangan untuk batu koral ataupun untuk bola-bola golf. Hal yang sama akan terjadi dalam hidupmu."

"Jika kalian menghabiskan energi untuk hal-hal sepele, kalian tidak akan mempunyai ruang untuk hal-hal yang penting buat kalian"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal yang kritis untuk kebahagiaanmu. Bermainlah dengan anak-anakmu. Luangkan waktu untuk check up kesehatan. Ajak pasanganmu untuk keluar makan malam. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki mobil atau perabotan."

"Berikan perhatian terlebih dahulu kepada bola-bola golf - Hal-hal yang benar-benar penting. Atur prioritasmu. Baru yang terakhir, urus pasir-nya."

Salah satu murid mengangkat tangan dan bertanya, "Kalau Kopi yg dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan kepada kalian, sekalipun hidupmu tampak sudah begitu penuh, tetap selalu tersedia tempat untuk secangkir kopi bersama sahabat" :-)

Surel ini dikirimka oleh Anne Ahira yang disari dari ‘Google Bottle’. Jika artikel di atas dirasa bermanfaat, mohon untuk di share pada teman-teman yang lain melalui Email, mempostingnya di Blog Anda, Twitter, Facebook, atau Google+! Cukup klik salah satu icon share di bawah! :-)

Posted in , , , , , , , | Leave a comment

Karya Monzter

Segala yang ada dalam postingan ini adalah karya-karya yang telah saya buat, yang dapat di download secara gratis (baik ka toh? heheheh) untuk keperluan dan kepentingan Anda dengan besar harapan saya agar karya-karya ini dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Saya hanya memohon satu hal kepada Anda yaitu doa kepada Yang Maha Kuasa (atas rezeki yang halal melimpah, umur yang panjang, jodoh isteri yang cantik & pintar, pekerjaan yang menyenangkan, dan kelak bisa masuk surga firdaus. Wadoouh!) semoga saya dapat membuat karya-karya selanjutnya yang lebih menarik dan lebih bermanfaat. Selamat men download dan menikmati!

ILMU HUKUM

Hukum Pidana

Dokumen – Pra Penuntutan (DOWNLOAD)

Posted in , , , | Leave a comment

Mobil Terbang, Hmmm

Sore tadi (05/04/2012) ketika nonton program Kabar Pasar dari TV One, terdapat salah satu segmen berita yang begitu menarik perhatianku, yaitu tentang Mobil Terbang. Karena tidak puas dengan cuplikan video dan gambar serta penjelasan yang hanya beberapa menit ditampilkan, maka saya langsung search di internet tentang mobil terbang tersebut. Wah, benar-benar unik dan hi-tech mobil terbang ini, hmmm kapan saya punya yang beginian yah? Dipamerkan saja sudah keren apalagi kalau sudah dijalankan (baca: diterbangkan). Di bawah ini saya sertakan foto-foto slide dari mobil terbang ini yang saya “culik’ dari website resminya di www.terrafugia.com.

Mobil Terbang Keluar Garasi

Anggap saja orang di dalam gambar yang sedang duduk di kemudi mobil terbang ini adalah saya, namanya Anto (ngarep). Ceritanya, hari ini adalah hari Minggu pagi, rencananya ingin jalan-jalan untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan pada hari-hari kerja sebelumnya. Mungkin ada di antara para pembaca yang bertanya, “kok sendirian ya. Pasangannya mana?” yaa jrengjrengjrengMobil Terbang Meninggalkan Rumah

Setelah itu, mobil terbang kerenku ini saya jalankan melewati rumah-rumah tetangga. Coba perhatikan di jendela ketiga dari kiri di lantai 2 rumah tersebut, si om lagi ngintip di balik tirai yang kelihatan liurnya menetes karena lihat saya dan mobil terbang kerenku ini melintas di depan rumahnya. Dizoom 1000% pun ngga akan dilihat tuh si om, apalagi liur menetesnya hahahah. Hanya untuk menguji seberapa waras Anda hari ini (ngaco).

Mobil Terbang Isi Bahan Bakar Gas

Untungnya saya sudah mengundurkan diri jadi warga negara Indonesia yang salah satu alasannya dapat dilihat pada gambar di atas: carut-marutnya kebijakan energi. Di negeri baru saya ini (sok), penggunaan bahan bahar minyak menempati posisi terbawah. Orang-orang lebih banyak menggunakan bahan bakar gas, selain karena ramah lingkungan, juga karena harganya yang relatif sangat murah. Pose sok kerenku di atas lengkap dengan senyum manisnya sebenarnya saya tujukan ke pejabat-pejabat pemerintah Indonesia yang jika diterjemahkan dalam kalimat, yaa kurang lebih akan berarti seperti ini: Indonesia masih maukow? heheheh. Gambar di atas saya ambil ketika mengisi gas mobil terbang kerenku di salah satu SPBG yang ada di dekat rumah.

Mobil Terbang Masuk Bandara

Keunggulan lainnya dari negara baruku ini adalah setiap warga negaranya bebas menggunakan bandara yang ada hanya dengan mengikuti prosedur parkir biasa seperti saat parkir di mall. Cukup menyiapkan STNK mobil terbangku karena di depan bandara ada tulisan “mobil terbang tanpa STNK dilarang masuk” heheheh, terus memencet tombol karcis, setelahnya terserah mau berekspresi seperti apapun bisa, mau take off, mau landing, mau muter-muter doang, terserah.

Mobil Terbang Merentangkan Sayap

Ini dia salah satu bagian yang saya sukai. Kalau mobil mewah Mercedes Bens atau sejenisnya bisa buka tutup atap mobil, mobil ini bisa memendekkan dan merentangkan sayapnya. Keren mana coba? heheheh. Gambar di atas adalah ketika saya sedang bersiap-siap untuk menerbangkan mobil terbang ini.

Mobil Terbang Take Off

Tekan tombol merah kuning hijau, geser tuas kiri kanan depan belakang, nyalakan turbin dan baling-baling, cek-cek konfirmasi absen ke menara pengawas. Sebentar kemudian mobil terbangku sudah melaju kencang di jalanan mulus bandara, sedetik kemudian badannya melayang, alhamdulillah yah sudah terbang.

Mobil Terbang, Terbang Betulan

Mobil Terbang, Terbang Betulan

Mobil Terbang, Terbang Betulan

Kerennya mas bro. Ketika berada di angkasa, kok wajahmu tiba-tiba muncul ya. senyum manismu, sinar matamu, dan baik aklakmu. Andai engkau ada di sisiku sekarang, akan ku ungkapkan perasaanku yang sesungguhnya padamu kalau aku tiiiiiiit padamu heheheh. russsak memang.

Mobil Terbang Setelah Landing

Setelah puas berkeliling-keliling, meliuk-liuk, dan bermanufer di antara awan-awan, akhirnya saya memutuskan untuk mendarat. Alhamdulilah bisa menyentuh tanah lagi.

Mobil Terbang Meninggalkan Bandara

Meninggalkan bandara setelah memendekkan sayap kembali sehingga bentuknya mirip-mirip (dipaksa) mobil lagi. Jangan lupa untuk menunjukkan STNK Mobil Terbang kepada petugas bandara dan membayar biaya parkir Rp 2.000,- (karena hanya 1 jam) di loket karcis parkir.

Mobil Terbang Pulang Ke Rumah

Berhubung di jalan terperangkap demo yang terjadi di depan Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (masih maukow Indonesia? heheheh), akhirnya saya baru di jalan pulang ketika sore hari. Andai saya tahu akan terkena macet, lebih baik saya landing saja langsung di depan rumah. Yaa ngga apa-apalah hitung-hitung bisa merasakan kembali suasana demo yang sudah lama tidak pernah saya rasakan semenjak pindah ke negara baruku ini (sok).

Mobil Terbang Singgah ke Rumah Tetangga

Ketika melintasi depan rumah si om yang tadi menuju rumah, dari balik jendela ketiga dari kiri lantai 2 itu muncul wajah si om yang berteriak-teriak memintaku untuk singgah ke rumahnya. Karena merasa tak tega melihat si om yang tersiksa dengan liurnya yang tak henti-hentinya mengalir deras, akhirnya saya putuskan untuk singgah sebentar. Saya turun dari mobil dan seketika itu juga si om muncul dari balik pintu rumahnya yang besar. Ketika itu saya perhatikan, mata si om berbinar-binar memperhatikan mobil terbang kerenku ini dan seketika itu pula saya perhatikan aliran liur si om tiba-tiba saja berhenti (jorok mas bro). Kok bisa? hanya orang miring yang mau pusing dengan jawabannya hahahah.

Sekian cerita gambar fiktifku bersama mobil terbang kerenku ini, semoga saja cerita ini beberapa tahun ke depan bisa menjadi kenyataan. Namun, terdapat satu hal dalam cerita ini yang besar harapan saya hal itu tidak menjadi kenyataan bahkan tidak muncul lagi di kepalaku yaitu si om dan liur-liur menjijikannya hahahah.

Posted in , , , | Leave a comment

Pengajian via Majalah Ar-Risalah

Berbaca Ria Majalah Ar-Risalah Ada yang sedikit menarik ketika Jeda antara Maghrib dan Isya hari ini (04/04/2012) di rumah. Sewaktu pulang dari mesjid, saya mendapati Ibu dan Bapak yang juga baru selesai sholat kelihatan tidak tahu akan melakukan apa untuk mengisi jeda Maghrib dan Isya kali ini. Dengan cekatan saya mengambil setumpuk Majalah Ar-Risalah (Majalah Ar-Risalah adalah majalah Islam berisi pembahasan tentang kehidupan muslim sehari-harinya yang dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami) di rak buku dan diajukan kepada mereka berdua. Bapak serta merta mengenakan kacamatanya dan dengan sambil berbaring membaca yang sebentar kemudian sudah kelihatan tersesat di antara lembaran-lembaran majalahnya dan sedikit-sedikit mulai membolak-balikkan halaman. Hmmm kayaknya si Bapak tidak fokus baca deh, hanya sekilas melihat judul dan gambar-gambar yang ada. Mdedeh, kataku dalam hati.

Sebentar kemudian si Ibu akhirnya bergabung juga dan segera mengenakan kacamata “cantiknya”. Dengan sembunyi-sembunyi memperhatikan, kalau si Ibu memilih seri yang mana dari majalah tersebut yang akan dia baca dengan terlebih dahulu melihat judulnya atau istilah jujurnya adalah melihat yang mana dari seri majalah tersebut yang layout dan pewarnaan sampulnya menarik baginya. Mdedeh. Seperti biasa. Content is not important, Appereance is more important.

Hampir selama setengah jam lamanya kami duduk bersama dengan masing-masing sibuk dengan apa yang sedang dibacanya. Ini adalah kejadian yang langka di keluarga kami, yang sedikitpun tidak berfondasi akademis dan tidak berlatar pendidikan profesional. Dan si Bapaklah yang memulai apa yang saya harapkan dari apa yang kami lakukan ini, si Bapak mulai berkomentar tentang apa yang telah dibacanya dan seperti biasa selalu mengatakan “saya sudah tahu” ataukah “saya sudah baca sebelumnya”, selalu sok pintar, hahahah. Sebentar kemudian si Ibu juga tidak mau ketinggalan, si Ibu meminta perhatian kami dan kemudian membacakan kalimat yang baru saja menarik perhatiannya, si Ibu membacakan “berdoalah pada Allah bukan hanya pada saat Anda susah, tapi juga pada saat Anda senang dan lapang”. Si Bapak berkomentar sok ke si Ibu dengan mengatakan, “dari dulu saya sudah bilang untuk berdoa jangan kalau susah saja”, reaksi si Ibu terhadap komentar si Bapak tersebut hanya manggut-manggut karena seperti biasa memang si Ibu lah yang sering berbuat “onar” di keluarga kami dan kali ini dia menyadari kalau tidak ada peluang untuk memberikan komentar balik hahahah.

Melihat dan mendengar mereka berdua, berikut komentar, dan ekspresinya membuatku senyum-senyum sendiri, dalam hati mengatakan “benar, Hadist Rasulullah Saw mengatakan ingatlah Allah pada saat engkau lapang. Insya Allah, Allah Swt juga akan mengingat engkau pada saat susah“ dan katakau dalam hati “alhamdulillah, pengajian gaya baru yang baru saja ku cetuskan akhirnya berjalan sesuai dengan harapan. Semoga ada ilmu yang bisa dipetik dan ada koreksi diri yang bisa dilakukan”.

Syukurku tak terhingga pada Allah Swt karena telah memberiku keluarga yang begitu hangat, Ayah yang sok pintar dan sedikit kocak dan Ibu yang penyayang dan sangat penyabar. Doaku semoga Allah Swt memberikan umur yang panjang berikut kesehatan lahir dan batin kepada keduanya. Doaku semoga Allah Swt juga kelak menganugerahiku keluarga kecil yang hangat seperti keluarga ini. Aamiin.

Posted in , , , | Leave a comment

Parodi Watak Bisnis: Chinese vs Buginese

Parodi Watak Bisnis: Chinese vs Buginese Hari ini (02/04/2012) saya menemani si Ibu untuk mengurus usaha kecil-kecilannya. Singkat cerita, urusan usaha kecil-kecilan si Ibu kali ini mesti berhubungan dengan orang Cina (perlu digaris bawahi bahwa tak ada maksud berupa diskriminasi, ejekan, dan sejenisnya dengan penggunaan istilah “orang Cina” di postingan ini, digunakan hanya untuk memudahkan dalam penggambaran cerita yang ada).

Ceritanya, kami (saya dan si Ibu) membutuhkan jasa si Koko dan si Cici (sebut saja nama orang Cinanya seperti itu) untuk menyelesaikan urusan usaha kecil-kecilan si Ibu kali ini. Maka dari itu, setelah bertemu, terjadilah nego bisnis antara kedua pihak dalam hal “jasa yang kami butuhkan” dan “jumlah pembayaran” kepada si Koko dan si Cici atas jasa yang telah mereka lakukan.

Setelah selesai dengan deal-deal “jasa yang kami butuhkan”, pembicaraan beralih kepada “jumlah pembayaran” yang harus kami bayarkan dan di sinilah inti ceritanya. Saya menyebutnya parodi watak bisnis antara Chinese versus Buginese. Parodi ini melahirkan beberapa hal menarik dan menggelitik yang sebelumnya tidak begitu saya perhatikan terkait watak antara Chinese dan Buginese yang ternyata sangat berbanding terbalik, yang baru pada peristiwa ini saya perhatikan dan dalami heheheh.

Pertama, saya baru mengetahui bahwa watak orang Chinese adalah kuat dalam mempertahankan harga sedangkan watak orang Buginese adalah jago dalam menggoda agar menurunkan harga. Kedua, saya juga baru mengetahui bahwa watak orang Chinese adalah pintar mencari kelebihan produk/jasa yang dimilikinya untuk mempertahankan/menaikkan harga produk/jasa tersebut, sedangkan watak orang Buginese adalah pintar mencari kekurangan produk/jasa yang dimiliki orang lain untuk menurunkan harga produk/jasa tersebut hahahah. Dan setelah nego bisnis yang berjalan alot (tak kalah dengan kealotan sidang paripurna DPR tentang kebijakan menaikkan harga BBM atau tidak), akhirnya tidak ada satu pihak pun yang bisa dikatakan “berhasil” mempengaruhi satu sama lainnya, si Koko dan si Cici tetap pada harga mereka hanya dengan menurunkan harga Rp 25.000,- dan kami karena telah bersusah payah dan hanya bisa menurunkan harga Rp 25.000,- akhirnya menerima harga yang ada. Susah memang.

Itulah dua kesimpulan menarik yang saya dapatkan tentang watak saling bertentangan antara orang Chinese dan orang Buginese dari kejadian menemani si Ibu tersebut. Mungkin ada yang bertanya tentang persamaan di antara keduanya, yaa kalau urusan persamaan saya sudah mempelajarinya selama bertahun-tahun, salah satu persamaan yang utama antara orang Chinese dan orang Buginese adalah sama-sama memiliki kalkulator tercanggih dan tercepat di otaknya yang hasil “=” (baca: “sama dengan”) nya tidak hanya berasal dari operasi angka-angka yang ada, namun juga mempertimbangkan kondisi poleksosbudhankam kehidupan sehari-harinya, dan itu terjadi sepersekian detik dan seringkali hasilnya tepat hahahah. Itulah sebabnya kenapa orang Buginese, tepatnya orang Bugis Sengkang dijuluki Cina Lotong (Lotong adalah bahasa Makassar yang berarti “hitam”) heheheh.

Posted in , , , , | Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.