Dulu Hanya Khayalan, Sekarang Jadi Kenyataan

Dulu Hanya Khayalan, Sekarang Jadi KenyataanPertama-tama perlu diingatkan kalau postingan berikut sifatnya hanya sebagai postingan abal-abal semata dan tak penting sama sekali, dibuat hanya sebagai “pemuas nafsu” menulis dan ngeblog saya hari ini. Jadi, bagi para pembaca sekalian yang entah dari mana bisa terdampar di blog saya ini, dan akhirnya “merelakan” diri untuk membaca postingan ini, mohon maaf kalau di dalamnya Anda hanya akan menemukan banyak kelebayan mengenai diri saya pribadi.

Pernahkah Anda membaca buku berjudul “The Secret”? Kalau pernah, saya ucapkan selamat untuk Anda dan kalau belum pernah, saya juga ucapkan selamat, selamat dalam artian selamat kalau Anda seperti saya yang belum pernah membacanya. heheheh. Entah apa alasannya, buku itu adalah salah satu buku motivasi bestseller yang tidak sempat-sempatnya saya baca, bukan karena tidak tertarik (memang sedikit tidak tertarik), tapi entah kenapa tidak bisa, tidak sempat, tidak dapat, dan sejenisnya, istilah ABG jaman sekarang: “tidak jodoh kaleeee”.

Bagi Anda yang sudah membaca dan mengkhatamkan buku tersebut, mohon saya diluruskan kalau salah terkait beberapa kalimat sotta’ berikut ini. Salah satu inti isi buku tersebut yang menurut cerita orang-orang yang saya dengar yang pernah membacanya, bahwa diwasiatkan kepada orang-orang untuk “berhati-hati dengan pikirannya sendiri”. Katanya “apa-apa yang ada di dalam pikiranmu, kesemuanya akan didengar oleh alam semesta, kemudian dikembalikan kepadamu dalam bentuk kenyataan”. Jadi, kesimpulannya kata mereka: “kalau Anda memikirkan hal-hal yang positif, maka kenyataan yang akan Anda peroleh adalah hal-hal yang positif pula. Begitupun sebaliknya, kalau Anda memikirkan hal-hal yang negatif, maka kenyataan yang akan Anda peroleh adalah hal-hal yang negatif pula”. (mohon maaf dan maklum kalau ada hiperbolis dan kelebihan kalimat dari yang sebenarnya ada di dalam buku. heheheh).

Terkait hal tersebut di atas, saya teringat salah satu mozaik hidup saya sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu, detailnya: sedang mengemudikan motor, melawati Jl. Cendrawasih, waktu sekitar pukul 10.00 Wita, mengarah pulang ke rumah, dari Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel untuk mengurus penelitian si dosen “ikan”. heheheh. ceritanya waktu itu meskipun dilarang dan berbahaya, saya sedang menghayal di atas motor (waddooouuh), menghayalkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hal abal-abal, yaitu: pertama, menghayal tentang akhirnya saya kerja di sebuah kantor pengacara, duduk di belakang meja sederhana, lengkap dengan laptop, dan di kiri-kanan bertumpuk berkas-berkas perkara; kedua, menghayalkan si dia yang manis itu, entah bagaimana bisa di perempatan Jl. Andi Tonro yang saya lewati, kelipan traffic light nya, lampu merah, ke kuning, ke hijau, seperti melihat kelipan matanya yang syahdu itu (wahahahah, bahaya ini, bisa-bisa cerita postingan ini larinya ke cincha-cincha. stop sebelum berkembang!); dan ketiga, menghayalkan betapa bahagianya hidupku kalau seperti ini “pagi-pagi kerja penelitiAN (dosen; ngajar), siang-siang kerja gugatAN (advokat; pengacara), sore-sore kerja laporan penjualAN (pengusaha), petangnya ikut pengajiAN (muslim tangguh), dan malam-malam tinggal jalAN dan makan-makAN (pemuda normal).

Dulu, hal-hal di atas hanya merupakan sebongkah khayalan seorang kurus kerempeng di atas motor butut pinjamannya yang sedang melaju pelan di jalan-jalan ibukota, tapi sekarang 3 bulan setelahnya, alhamdulillah, 2 dari 3 khayalan tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Syukur yang pertama, terkait khayalan pertama ku untuk bekerja di kantor pengacara dengan kondisi sebagaimana di atas, alhamdulillah sekarang, kurang lebih saya telah mendapatkannya. Syukur yang kedua, terkait khayalan ketiga ku, meskipun keterangan waktunya (pagi-pagi, siang-siang, sore-sore, dan seterusnya) tidak setepat itu, tapi alhamdulillah hampir semuanya telah menjadi kenyataan: ngajar kecil-kecilan, jadi asisten advokat/pengacara, mulai bisnis kecil-kecilan, ikut pengajian (meskipun sering absen), dan sering jalan-jalan serta makan-makan.

Ya, sebagaimana telah saya “peringatkan” di awal postingan ini, kalau isi postingan ini kemungkinan besar menurut Anda yang membacanya adalah sebuah kelebayan yang mengarah kepada kesombongan, namun satu hal yang ingin saya sampaikan melalui postingan kali ini kalau ternyata apa-apa yang diteorikan dalam buku “The Secret” tersebut, benar adanya, jadi secara pribadi saya sampaikan untuk berhati-hatilah dengan apa yang sedang Anda pikirkan saat ini.

Sebelum menutup postingan ini, mungkin ada di antara para pembaca sekalian yang bertanya-tanya, “bagaimana dengan khayalan kedua ku mengenai si manis itu, apa juga akhirnya menjadi kenyataan?”. Heheheh, Terkait itu, ternyata buku “The Secret” lupa menuliskannya bahwa kebodohan, kemalu-malu kucingan, kegengsian, dan ketidakberdayaan, akan mengakibatkan khayalanmu tidak jadi kenyataan, sayang sekali sodara-sodara (curhat; galau). Selamat menghayal, semoga sukses.

Posted in , , , . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.