Archive for Februari 2012

Dulu Hanya Khayalan, Sekarang Jadi Kenyataan

Dulu Hanya Khayalan, Sekarang Jadi KenyataanPertama-tama perlu diingatkan kalau postingan berikut sifatnya hanya sebagai postingan abal-abal semata dan tak penting sama sekali, dibuat hanya sebagai “pemuas nafsu” menulis dan ngeblog saya hari ini. Jadi, bagi para pembaca sekalian yang entah dari mana bisa terdampar di blog saya ini, dan akhirnya “merelakan” diri untuk membaca postingan ini, mohon maaf kalau di dalamnya Anda hanya akan menemukan banyak kelebayan mengenai diri saya pribadi.

Pernahkah Anda membaca buku berjudul “The Secret”? Kalau pernah, saya ucapkan selamat untuk Anda dan kalau belum pernah, saya juga ucapkan selamat, selamat dalam artian selamat kalau Anda seperti saya yang belum pernah membacanya. heheheh. Entah apa alasannya, buku itu adalah salah satu buku motivasi bestseller yang tidak sempat-sempatnya saya baca, bukan karena tidak tertarik (memang sedikit tidak tertarik), tapi entah kenapa tidak bisa, tidak sempat, tidak dapat, dan sejenisnya, istilah ABG jaman sekarang: “tidak jodoh kaleeee”.

Bagi Anda yang sudah membaca dan mengkhatamkan buku tersebut, mohon saya diluruskan kalau salah terkait beberapa kalimat sotta’ berikut ini. Salah satu inti isi buku tersebut yang menurut cerita orang-orang yang saya dengar yang pernah membacanya, bahwa diwasiatkan kepada orang-orang untuk “berhati-hati dengan pikirannya sendiri”. Katanya “apa-apa yang ada di dalam pikiranmu, kesemuanya akan didengar oleh alam semesta, kemudian dikembalikan kepadamu dalam bentuk kenyataan”. Jadi, kesimpulannya kata mereka: “kalau Anda memikirkan hal-hal yang positif, maka kenyataan yang akan Anda peroleh adalah hal-hal yang positif pula. Begitupun sebaliknya, kalau Anda memikirkan hal-hal yang negatif, maka kenyataan yang akan Anda peroleh adalah hal-hal yang negatif pula”. (mohon maaf dan maklum kalau ada hiperbolis dan kelebihan kalimat dari yang sebenarnya ada di dalam buku. heheheh).

Terkait hal tersebut di atas, saya teringat salah satu mozaik hidup saya sekitar 3 atau 4 bulan yang lalu, detailnya: sedang mengemudikan motor, melawati Jl. Cendrawasih, waktu sekitar pukul 10.00 Wita, mengarah pulang ke rumah, dari Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel untuk mengurus penelitian si dosen “ikan”. heheheh. ceritanya waktu itu meskipun dilarang dan berbahaya, saya sedang menghayal di atas motor (waddooouuh), menghayalkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) hal abal-abal, yaitu: pertama, menghayal tentang akhirnya saya kerja di sebuah kantor pengacara, duduk di belakang meja sederhana, lengkap dengan laptop, dan di kiri-kanan bertumpuk berkas-berkas perkara; kedua, menghayalkan si dia yang manis itu, entah bagaimana bisa di perempatan Jl. Andi Tonro yang saya lewati, kelipan traffic light nya, lampu merah, ke kuning, ke hijau, seperti melihat kelipan matanya yang syahdu itu (wahahahah, bahaya ini, bisa-bisa cerita postingan ini larinya ke cincha-cincha. stop sebelum berkembang!); dan ketiga, menghayalkan betapa bahagianya hidupku kalau seperti ini “pagi-pagi kerja penelitiAN (dosen; ngajar), siang-siang kerja gugatAN (advokat; pengacara), sore-sore kerja laporan penjualAN (pengusaha), petangnya ikut pengajiAN (muslim tangguh), dan malam-malam tinggal jalAN dan makan-makAN (pemuda normal).

Dulu, hal-hal di atas hanya merupakan sebongkah khayalan seorang kurus kerempeng di atas motor butut pinjamannya yang sedang melaju pelan di jalan-jalan ibukota, tapi sekarang 3 bulan setelahnya, alhamdulillah, 2 dari 3 khayalan tersebut akhirnya menjadi kenyataan. Syukur yang pertama, terkait khayalan pertama ku untuk bekerja di kantor pengacara dengan kondisi sebagaimana di atas, alhamdulillah sekarang, kurang lebih saya telah mendapatkannya. Syukur yang kedua, terkait khayalan ketiga ku, meskipun keterangan waktunya (pagi-pagi, siang-siang, sore-sore, dan seterusnya) tidak setepat itu, tapi alhamdulillah hampir semuanya telah menjadi kenyataan: ngajar kecil-kecilan, jadi asisten advokat/pengacara, mulai bisnis kecil-kecilan, ikut pengajian (meskipun sering absen), dan sering jalan-jalan serta makan-makan.

Ya, sebagaimana telah saya “peringatkan” di awal postingan ini, kalau isi postingan ini kemungkinan besar menurut Anda yang membacanya adalah sebuah kelebayan yang mengarah kepada kesombongan, namun satu hal yang ingin saya sampaikan melalui postingan kali ini kalau ternyata apa-apa yang diteorikan dalam buku “The Secret” tersebut, benar adanya, jadi secara pribadi saya sampaikan untuk berhati-hatilah dengan apa yang sedang Anda pikirkan saat ini.

Sebelum menutup postingan ini, mungkin ada di antara para pembaca sekalian yang bertanya-tanya, “bagaimana dengan khayalan kedua ku mengenai si manis itu, apa juga akhirnya menjadi kenyataan?”. Heheheh, Terkait itu, ternyata buku “The Secret” lupa menuliskannya bahwa kebodohan, kemalu-malu kucingan, kegengsian, dan ketidakberdayaan, akan mengakibatkan khayalanmu tidak jadi kenyataan, sayang sekali sodara-sodara (curhat; galau). Selamat menghayal, semoga sukses.

Posted in , , , | Leave a comment

My Strongest Motivator

My Strongest Motivator Ketika seseorang kehilangan hartanya, itu tidak berarti dia kehilangan segala-galanya, dia hanya kehilangan sebagian dari kenikmatan hidupnya. Ketika seseorang kehilangan seseorang yang dicintainya, juga itu tidak berarti dia kehilangan segalanya, tapi hanya kehilangan sebagian dari perasaan indahnya kebersamaan. Namun, ketika seseorang kehilangan motivasinya, mengenai hal apapun itu dalam kehidupannya, setuju atau tidak setuju, itu berarti dia telah kehilangan segala-galanya. Sebuah pohon kering di tengah padang yang tandus, tanpa daun, keropos, namun tetap bertahan hidup adalah lebih baik dibandingkan dengan orang-orang yang seperti itu, orang yang telah kehilangan motivasi hidupnya.

Entah bagaimana memberikan pengertian mengenai apa itu “motivasi”. Begitu abstrak dan sangat sulit untuk diberikan penjelasan mengenainya. Sama dengan memberikan penjelasan tentang bagaimana rasa manis itu atau bagaimana rasa pahit itu. Namun, kalau memang diminta untuk memberikan pengertian mengenai apa itu “motivasi” maka izinkan saya memberikan pengertian sebagai berikut: “motivasi adalah keinginan lebih yang melahirkan sebuah dorongan/tarikan untuk mencapai/mendapatkan sesuatu”. Ya, betapa abstraknya, sampai-sampai istilah dan pengertiannya pun masih sama-sama sulit untuk dicerna.

Bercerita mengenai motivasi, salah satu dari sekian banyak pertanyaan cabang yang muncul setelahnya adalah “apa yang bisa membuatmu termotivasi?”. Banyak jawaban yang akan muncul untuk menjawab pertanyaan ini. Semisal pertanyaan “kenapa Anda ingin sukses?”, maka sebagian besar di antara kita akan menjawab kalau motivasi terbesar mereka untuk sukses adalah karena keluarga khususnya kedua orang tua mereka. Keduanya telah bersusah payah dan bekerja keras, maka daripada itu sudah sepatutnya kita sebagai anak akhirnya juga harus membalas (meskipun tidak akan mungkin bisa terbalaskan) jasa-jasanya dan membahagiakan keduanya. Pertanyaan selanjutnya “kenapa Anda ingin kaya”, sebagian dari kita mungkin akan menjawab kalau saya ingin kaya karena ingin memiliki barang-barang tertentu, ingin jalan-jalan keliling dunia, atau sejenisnya yang bersifat materialistik. Pertanyaan yang lebih sederhana, “kenapa Anda mau sekolah ke luar ngeri?”, maka sebagian di antaranya akan menjawab karena mereka ingin mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik daripada yang mereka dapatkan di dalam negeri. Pertanyaan yang lebih sederhana lagi, “kenapa Anda suka sama si Dia?”, maka mungkin jawaban Anda adalah karena dia itu manis, dia itu baik hati, dia itu sholehah, dia itu pintar, dan sebagainya dan sebagainya.

Menunjuk kepada diri saya, ketika pertanyaan-pertanyaan kenapa? kenapa? kenapa? terkait motivasi tersebut dilontarkan seperti kenapa saya menginginkan kesuksesan, kenapa saya menginginkan kekayaan, dan kenapa saya menginginkan kejayaan dalam hidup? Maka jawaban saya mungkin oleh para pembaca akan terdengar sedikit egois dan sok, yaitu karena cerita masa lalu saya sendiri yang mengharuskan saya untuk sukses, kaya, dan jaya.

Salah satu quote yang menurutku paling menyentuh adalah yang mengatakan bahwa “apa-apa yang Anda lakukan hari ini akan menentukan menjadi seperti apa Anda keesokan harinya”. Saya percaya kalau kebaikan ataukah keburukan yang saya lakukan hari ini, saya pastikan, cepat atau lambat akan membawa kebaikan atau keburukan pula dalam hidup saya ke depannya. Istilahnya tidak ada yang luput sekalipun, tidak akan ada yang sia-sia, semua akan terbayarkan, semua akan terbalaskan.

Kenapa saya harus sukses? jawaban sederhanya adalah karena kehidupan masa lalu saya yang telah saya lalui sebelumnya kesemuanya ciri-ciri orang yang sukses: disiplin, kerja keras, dan sebagainya. Kenapa saya harus kaya? jawaban sederhananya adalah karena kehidupan masa lalu saya yang telah saya lalui sebelumnya kesemuanya ciri-ciri orang kaya: manajemen, disiplin, kreatifitas, profit oriented, ide, gagasan, entrepreneurship, dan sebagainya. Kenapa saya harus berjaya? jawaban sederhanya adalah karena kehidupan masa lalu saya yang telah saya lalui sebelumnya kesemuanya adalah ciri-ciri orang yang berjaya: kepemimpinan, tolong menolong, bantuan sosial, menebar kebaikan, dan sebagainya.

Kesemua hal tersebut selain tentunya menjadi motivasi buatku, juga sekaligus menjadi beban berat yang harus saya pertanggungjawabkan kepada diriku sendiri dan dari sinilah motivasi terkuat hidupku berasal. Tentu akan terasa sakit jadinya, bilamana kehidupan masa lalu yang telah saya lalui dengan kerja keras, kedislinan, penghargaan terhadap waktu, manajemen hidup yang hampir sempurna, kepemimpinan, kebaikan yang telah ditebar, dan sebagainya namun pada akhirnya saya hanya menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Untuk apa saya telah bersusah payah melakukan dan memenuhi kriteria-kriteria itu ketika pada akhirnya saya tidak mendapatkan hasil akhir dari kriteria itu yaitu kesuksesan, kekayaan, dan kejayaan.

Saya sangat percaya dengan Teori Kepantasan yang intinya adalah “jika Anda menginginkan sesuatu, maka pantaskanlah diri Anda terlebih dahulu terhadap sesuatu itu, insyaAllah Anda akan mendapatkannya”. Contohnya ketika Anda ingin mendapatkan isteri yang manis, pintar, dan sholehah, maka hal yang paling awal yang seharusnya Anda lakukan adalah memantaskan diri Anda sendiri terlebih dahulu dengan mentampankan diri Anda, kalau tidak bisa secara fisik, cukup dengan innernya, berikutnya dengan memintarkan diri Anda, dan terakhir menyolehkan diri Anda. InsyaAllah secepatnya Anda akan mendapatkan isteri idaman Anda. Contoh lainnya ketika Anda menginginkan kekayaan, maka pertama-tama berperilakulah layaknya orang kaya: bangun subuh hari, senantiasa mencari ide usaha yang kreatif, berpikir matematis, memanfaatan segala peluang yang ada, bekerja keras, bertahan lebih lama, dan sebagainya. InsyaAllah cepat atau lambat Anda akan mendapatkan kekayaan yang Anda inginkan. Sebenarnya sangat sederhana untuk memahaminya, hanya saja tahap pelaksanaan yang terkadang menyulitkan dan menghentikannya. Sekarang saya balik bertanya, apa motivasi hidup Anda? Bagi yang belum menemukannya, teruslah mencarinya! Dan ketika telah menemukannya, genggamlah dia, gantunglah dia 5 cm di depan matamu, dan tancap kokohkan di dalam dadamu. Jika motivasi telah siap, saat-saat terbaik pengejaran mimpi baru saja dimulai.

Posted in , , , | Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.