Archive for 2011

Do’a. Dulu, kini, dan nanti

Do'a. Dulu, kini, dan nanti

Pagi tadi, sebuah pesan singkat masuk, isinya berupa undangan untuk menghadiri sebuah seminar nasional dengan tema “Pancasila. Dulu, kini, dan esok” (koreksi: menurut analisis abal-abal saya, pemakaian kata “esok” itu agak kurang tepat, seharusnya kan yang dipakai itu adalah kata “nanti”. Jadi tema yang tepat seharusnya berbunyi seperti ini: “Pancasila. Dulu, kini dan nanti”. Mantap kan?). Terlepas dari persoalan koreksi tersebut, tema seminar inilah yang akhirnya menginspirasi saya terkait judul postingan kali ini: “Do’a. Dulu, kini, dan nanti”. Apa pula ini? heheheh. Bilamana judul ini akhirnya membuat kening Anda sedikit berkerut dan pikiran Anda sedikit bertanya-tanya, hahahah itulah salah satu kebahagiaan bagi saya, si penulis postingan abal-abal ini. Selamat membaca kelanjutannya.

Beberapa waktu yang lalu (sekitar 1 jam yang lalu, malam ini). Salah seorang junior (adek mahasiswa di kampus) melalui pesan singkat, menanyakan beberapa pertanyaan terkait teori dasar hukum pidana yang akan menjadi bahan ujian finalnya esok hari. Singkat cerita, setelah si junior ini merasa puas bertanya dan merasa cukup pula dengan jawaban-jawaban yang saya berikan, akhirnya pesan singkat terakhirnya meminta saya untuk mendo’akan dia agar ujiannya esok hari semoga lancar. Sebagaimana kebiasaan orang meminta untuk dido’akan, saya balas pesan singkat tersebut dengan redaksi “aamiin, semoga lancar ujiannya dek”. Saya yakin hal permintaan untuk dido’akan ini bukan hanya terjadi pada saya, tapi juga pada orang lainnya dengan subjek tema dan latar belakang yang beraneka rupa lainnya.

Di lain cerita, beberapa hari yang lalu salah seorang teman berulang tahun. Di wall facebook nya bertaburan ucapan selamat ulang tahun dengan beragam macam bentuk dan redaksinya yang beberapa di antaranya diikuti oleh do’a bagi si berulang tahun ini: “sukses selalu”, “semoga panjang umur”, “semoga mimpi2nya tercapai”, dan lain sebagainya.

Yang menjadi pertanyaan besar saya terhadap kedua contoh cerita di atas adalah apakah si yang mendo’akan atau yang diminta untuk mendo’akan itu, benar-benar mendo’akan kepada Yang Di Atas sana, Yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan Do’a. Ataukah semata-mata hanya redaksi formalitas do’a tertulis saja tanpa ada ingatan dan permohonan do’a kepada Yang Di Atas sana. Jawabannya tentu tergantung dari masing-masing dari kita.

Terlepas dari jawaban-jawaban tersebut, menurut saya jawaban dengan persentase tertinggi adalah jawaban yang kedua yaitu semata-mata hanya redaksi formalitas do’a tertulis saja tanpa ada ingatan dan permohonan do’a kepada Yang Di Atas sana. Inilah realitas do’a yang ada pada masa kini.

Dulu, do’a masih dalam fitrah tempatnya: sebagai lirihan suara hamba kepada Tuhannya dalam bentuk komunikasi satu arah berupa permohonan, harapan, permintaan tolong, pengaduan, dan sebagainya dengan harapan agar Tuhan Yang Maha Kuasa mendengar lirihannya dan mengabulkannya. Orang sakit meminta kesembuhannya, orang miskin meminta dicukupkan, orang teraniaya meminta kesabaran dan pembalasan, dan lain-lain. Do’a pada masa dulu merupakan refleksi bersesuaian antara hati, lisan, dan tindakan. Seseorang berdo’a, memohon menggunakan hati nuraninya, diucapkan lirih rendah dengan lisannya, dan dilakukan dengan tindakan sebagaimana adab-adab berdo’a yang telah dicontohkan oleh Yang Tercinta Rasulullah Saw. Niscaya, dengan izin Allah Swt, do’a nya akan didengar dan dikabulkan.

Di masa kini, beginilah nasib do’a yang keseharian kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan. Sebagiannya masih bertahan dengan pemaknaan dan tindakan berdo’a masa dulu, sebagian lagi melakukan pemaknaan dan tindakan do’a yang separuh dari yang seharusnya, tindakan formalnya berdo’a, namun hati dan lisannya tidak berdo’a sama sekali. Sayang seribu sayang, mungkin saja inilah saat-saat akhir zaman itu.

Yang menjadi kekhawatiran saya sekaligus pertanyaan saya sekarang adalah bagaimana nasib pemaknaan dan tindakan do’a di masa yang akan datang (nanti). Jawabannya tentu sudah dapat kita terka masing-masing. Yang bisa saya lakukan hanyalah berdo’a kepada Yang Di Atas sana agar senantiasa menjaga apa-apa yang telah diturunkan dan diajarkan Nya kepada kita semua, sehingga tetap sesuai dengan apa yang seharusnya kita lakukan terhadap apa yang diturunkan dan diajarkan Nya itu.

Terakhir, semoga postingan ini sedikit memberikan manfaat kepada kita semua, pembaca yang budiman. Mohon maaf bilamana penulisannya berputar-putar dan tidak karuan. Besar harapan saya agar postingan ini bisa membuat kita sebentar merenungi apa-apa yang telah kita kerjakan selama ini dan bagaimana kita telah melaluinya. Ihdinassiraatal Mustqiim Yaa Raab.

Posted in , , , , | Leave a comment

Lambang Hak Asasi Manusia

Lambang Hak Asasi Manusia Cinta dilambangkan dengan hati, perdamaian dilambangkan dengan merpati putih, lalu bagaimana dengan Hak Asasi Manusia (HAM)? itulah yang menjadi latar belakang sekelompok orang menginisiasikan sayembara/lomba mencari Logo for Human Rights (lambang untuk hak asasi manusia).

Sayembara online yang berlangsung sejak 3 Mei 2011 sampai dengan 23 September 2011 akhirnya berakhir dengan kemenangan oleh karya desainer asal Serbia, Predrag Stakic. Karya desainer berusia 32 tahun ini berhasil mengalahkan karya 9 finalis lainnya. Menurut Stakic, ide untuk membuat desain ini (lihat gambar di atas) diperolehnya setelah membaca Universal Declaration of Human Rights (Pernyataan Hak Asasi Manusia Sedunia).

“Di dalam pembukaan, disebutkan bahwa hak asasi manusia adalah dasar menciptakan dunia yang merdeka, adil, dan damai. Saya lalu mendesain menggabungkan dua simbol universal: sebuah tangan dan seekor burung, untuk membuat sesuatu yang baru”, jelas Stakic. Dan akhirnya ide itulah yang membawanya menjadi juara sayembara ini.

CONGRATULATION!!!, ingat sebagian hadiahnya disedekahkan yaa!

Logo PresentationBuat kawan-kawan yang mau mendownload logonya, klik DOWNLOAD atau klik di sini.

Bagaimana, sudah lihat logonya? keren kan? bagaimana penilaian Anda?

Sumber:

http://humanrightslogo.net

http://www.vivanews.com

Posted in , , | Leave a comment

Most Wanted: DD 5451 AZ

Most Wanted DD 5451 AZ

Keterangan Gambar: Motor DD 5451 AZ ku, saya, dan kakak motivatorku (coba tebak!) di Jl. Perintis Kemerdekaan suatu waktu di Tahun 2009

Namanya DD 5451 AZ, panggilannya si Kuda Silver, menghilang sejak petang tanggal 5 Juli 2011, barangsiapa yang menemukannya baik dalam keadaan utuh maupun terpecah-pecah, promise, I will became a kindly friend for you and for your life, trust me, trust me, & trust me.

Teringat pada sebuah kalimat pendek yang pernah disampaikan oleh seorang dosen di depan kelas dalam mata kuliah Kriminologi yang menurutku adalah the first essence of criminology, yaitu “kejahatan ada karena ada kesempatan”. Sebaik apapun pemahamanku terkait maksud dari kalimat tersebut dan sebagus apapun nilaiku untuk mata kuliah itu, tapi apa daya: DD 5451 AZ, motor kesayanganku, akhirnya raip disatroni curamor sialan (copas kata-kata khasnya presenter Berita Patroli di Indosiar, heheheh).

Hari itu tidak ada pertanda apapun kalau hal buruk ini akan terjadi. Kejadian ini merupakan salah satu dari sedikit hal terburuk yang pernah ku alami yang begitu sulit untuk dimaklumi dan mengucapkan kata damai dengannya. SUMPAH. Hari itu ku lalui layaknya hari-hari biasanya, ngampus untuk mengurus berkas-berkas persiapan ujian skripsi, ke rumah salah seorang teman untuk syukuran wisudanya, dan bareng seorang teman ke BaKTI untuk daftar sosialisasi Beasiswa ADS. Hari itu aku masih bisa balap-balapan dengannya, meliuk-liuk di jalanan ibukota, segala planning lancar alhamdulillah.

Mengenangnya di masa lalu bikin hati tambah teriris-iris SUMPAH: perjalanan seru Sengkang – Makassar (240 km) telah kami lewati bersama selama hampir 4 tahun lamanya: pernah dengan sebuah koper besar yang ku ikat di belakang, salah sedikit jatuh dan innalillah; pernah dengan rantai yang hampir putus dan rem yang blong, salah sedikit juga innalillah, pernah membawaku tersesat di kota-kota kecil/pedesaannya Kabupaten Maros, Bone, dan Soppeng; dan pernah bersama-sama dengan teman-teman berkonvoi-balapan ria mirip lomba MotoGP di jalanan berkelok-kelok Camba saat pulkam lebaran.

Sekali lagi SUMPAH: Kenapa hal paling buruk dalam hidupku ini bisa terjadi? jawabannya juga ternyata tidak jauh-jauh dari mata kuliah Kriminologi: the second essence of criminolgy, yaitu “kejahatan ada karena andil dari korbannya sendiri”. Dari dulu, Bapak selalu mengingatkanku untuk memasukkan motor ke dalam rumah, sekalipun hanya sebentar, dan dasar anak keras kepala, nasehat itu hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Dari dulu, dilarang keras untuk tidur setelah Ashar, dan hanya karena sedikit kecapean dan keras kepala tentunya, larangan itupun diabaikan sama sekali, walhasil lampu depan rumah lupa untuk dinyalakan, pendengaran hilang ditelan mimpi, si maling sialan akhirnya tersenyum indah menuntun motorku sambil membayangkan berpesta di mana dia malam ini. BODOH, BODOH, SANGAT BODOH. Goodbye my best friend, hope you will be good there, anywhere you now.

Tak bermaksud untuk lebay atau sejenisnya: kelak di akhirat nanti, jika Tuhan akhirnya memasukkanku ke dalam golongan hambanya yang beruntung dan disayangi Nya dan menanyakan mau minta apa Aku kepada Nya, maka salah satu permintaanku itu tentunya adalah mengizinkanku untuk memiliki kembali dan mengendarai motor kesayanganku DD 5451 AZ, aamiin. heheheh. Dan bagi si maling sialannya, secara pribadi saya sudah maafkan Anda, tapi sayang dalam rangka untuk menegakkan kebenaran materiil syariah Islam dan untuk melindungi kepentingan seluruh umat manusia, saya akan jadi Saksi A Chart (memberatkan) bagi Anda di pengadilan Allah Swt di akhirat kelak.

Posted in , , , , , , | Leave a comment

Negeri Pengkhianat Wanita

Negeri Pengkhianat WanitaNamanya Enkaeri (NKRI), wajahnya tampan, posturnya gagah, cukup pintar, ramah, dan dikagumi banyak wanita (investor kapitalis). Enkaeri adalah anak tunggal dari ayah berkebangsaan Belanda dan ibu berkebangsaan Jepang, karena alasan itulah namanya yang campuran Belanda dan Jepang sedikit kedengaran aneh bagi kita-kita. “en dalam bahasa Belanda berarti “dan” atau “bersama” dan “kaeri” dalam bahasa Jepang berarti “pulang” atau “kembali”, jadi Enkaeri berarti “bersama-sama kembali”. Nama ini diberikan untuk mengenang peristiwa kelahirannya yaitu ketika kedua orang tuanya berada dalam perjalanan bersama-sama kembali ke negaranya masing-masing. (hahahah, sungguh hebat khayalan manusia menghubungkan sesuatu yang tidak mungkin dihubungkan).

Singkat cerita, Enkaeri yang saat ini sudah menjadi lelaki dewasa, dalam beberapa hari ke depan akan melangsungkan pertunangan dengan kekasih hatinya, seorang gadis cantik duhai manis keturunan ningrat bernama Nunun Nurbaeti binti Nazaruddin. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut hari indah tersebut, beberapa di antaranya adalah menyiapkan surat palsu bercap MK khusus dan transportasi ke tamu-tamu spesial yang akan datang terutama kepada Nazaruddin ayah Nunun yang saat ini sedang berobat di Singapura. Persiapan lain yang tak kalah pentingnya adalah mengenai busana yang akan dikenakan oleh Enkaeri dan Nunun pada saat pertunangan berlangsung. Enkaeri begitu memusatkan perhatiannya pada persoalan busana ini, mengingat adalah penting baginya untuk menjaga image dan penampilan yang menawan di depan tunangannya dan tamu-tamu penting lainnya yang akan hadir. Dia tidak ingin hanya karena terdapat sedikit kekurangan pada busananya, maka pertumbuhan ekonomi perusahaannya yang mencapai 6% tahun ini menurun.

Tibalah hari yang dinanti-nantikan itu, hari pertunangan Enkaeri dan Nunun. Karpet merah digelar, desain interior yang megah, makanan yang lezat-lezat, lengkap dengan blitz puluhan wartawan di sana-sini. Sebuah pesta pertunangan yang mewah dan luar biasa, tamu-tamu yang datang jumlahnya ribuan yang sebagian besar adalah keluarga kaya dan pejabat pemerintah.

Di tengah-tengah berlangsungnya acara tersebut, seorang wanita berpakaian compang-camping, lusuh, dengan bekas luka di sekujur tubuhnya berteriak-teriak dari arah pintu masuk yang dijaga oleh puluhan security bertuxedo, wanita itu menyebut-nyebut nama Enkaeri. Mendengar teriakan wanita tersebut, para tamu undangan yang sedari tadi sibuk dengan gosip dan berpamer diri satu sama lainnya, menengok ke sumber suara. Mereka penasaran mengapa wanita tersebut berteriak-teriak memanggil nama Enkaeri. Sebentar kemudian, wanita tersebut memaksa masuk ke dalam ruangan namun berhasil dicegat oleh securty bertuxedo tadi. Semakin dia melawan, semakin banyak securitybertuxedo yang menghadapinya. Semakin dia meronta, semakin keras cengkraman tangan yang memegangnya.

Karena telah menganggu jalannya acara indah ini, maka oleh security bertuxedo, wanita tersebut diseret dan diamankan ke dalam mobil pengamanan yang telah disiapkan di sekitar sana. Namun saat diseret dan sebelum dimasukkan ke dalam mobil pengamanan, wanita tersebut melontarkan beberapa kalimat yang mencengangkan para tamu undangan: “Enkaeri tolong, tolong saya. Masih ingatkah engkau dengan janji kita dulu untuk bersama apapun keadaannya, janji untuk tidak menyakiti, janji untuk tidak mengkhianati satu sama lainnya. Saya ke acara mewahmu ini bukan untuk marah karena perlakuanmu padaku, yang telah melupakanku dan janji kita. Saya sudah relakan dirimu untuknya karena saya tahu saya bukanlah siapa-siapa, itu hakmu untuk memilih yang lain. Saya ke sini hanya ingin meminta pertolonganmu untuk yang terakhir ku minta darimu, saya akan dinikahkan dengan orang Arab. Kalau menolak, saya akan dibunuh. Enkaeri, tolong selamatkan aku”. (preeeet)

Hanya tangisan yang terakhir didengar yang keluar dari mulut wanita malang tersebut sebelum dimasukkan dan dikunci di dalam mobil pengamanan. Para tamu undangan yang saling berbisik-bisik menerka gosip mengenai kejadian tersebut lambat laun kembali ke gosip dan pamer diri sebelumnya. Enkaeri yang sebenarnya sedari tadi juga memperhatikan wanita tersebut kembali dengan percakapan mesra dengan Nunun tunangannya: tahun 2014 setelah perkawinan dilangsungkan mau bulan madu di mana? Mau bangun rumah berbiaya triliun berapa? Dan sebagainya.

Ternyata wanita berpakaian compang-camping, lusuh, dengan bekas luka di sekujur tubuhnya yang menimbulkan sedikit gangguan dalam acara pertunangan Enkaeri dan Nunun tersebut, setelah diinterogasi oleh petugas security bertuxedo mengaku bernama Tekawe (TKW), kekasih Enkaeri yang telah dikhianati dan dilupakan.

Postingan cerita fiksi di atas dibuat hanya sebagai sebuah ekspresi panas-emosi-naik darah terkait peristiwa penganiayaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) kita di negeri orang yang sering terjadi belakangan ini. Bagaimana kawan memandang masalah ini, punya solusi? punya saran? punya komentar?

Posted in , , , , | Leave a comment

Special Offer untuk Nazaruddin: Ungkap 10, Gratis 1 (Anda)

Special Offer untuk Nazaruddin: Ungkap 10, Gratis 1 (Anda)Untuk beberapa hari terakhir, orang Sulawesi Selatan khususnya orang Makassar atau orang yang tinggal di Makassar, atau orang yang sekarang berada di Makassar, atau sekurang-kurangnya orang yang pernah makan coto Makassar, atau yang paling extreme yang sedang membayangkan Makassar – nah loh, hubungannya? heheheh – pantas untuk tertegun dan merasa malu. Bagaimana tidak, beberapa putra-putri kebanggaan Makassar kini diduga terlibat kasus-kasus “aneh”, sebut saja Andi Nurpati (Bu Andi) dan Arsyad Sanusi (Pak Arsyad) yang diduga terlibat kasus pemalsuan surat MK dan Andi Mallarangeng (Pak Andi) yang disebut-sebut punya setali satu milyar uang – hahahah – dengan Nazaruddin (Pak Nazar).

Mengingat pakaian kotor di belakang yang mulai mencibir menunggu untuk dicuci dan urusan perut yang mulai heboh menuntut keadilan substansialnya, maka untuk postingan kali ini, saya akan memfokuskan cerita tak penting ini hanya pada kasus yang terakhir disebutkan: Pak Nazar dan Singapuranya.

Jargon "LBHCPTLBHBQ"

Pentingnya jargon “LBHCPTLBHBQ” lambat laun akhirnya diaamiini oleh segelintir elite negeri ini. Bagi teman-teman yang masih bingung apa yang saya maksudkan dengan jargon “LBHCPTLBHBQ” di atas, jargon itu adalah jargon kampanye Jusuf Kalla (Pak Kalla) dalam Pemilu Presiden 2009 lalu yang dihilangkan huruf vokalnya: “Lebih Cepat Lebih Baik”, ngerti?. Gara-gara tidak “LBHCPTLBHBQ” ini, sebagian besar elite eselon 1 dan eselon 2 yang wwwaaaooowww itu mulai tidak nyenyak tidurnya di malam hari, meskipun tidurnya di kasur empuk sekian milyar, di kamar nyaman belasan milyar, dan di rumah mewah puluhan milyar, dan semoga saja tidak dengan ‘istri’ baru bertarif belasan milyar pula – hahahah, becanda. Bukan hanya masalah tidur yang bermasalah karena tidak nyenyak, tapi juga termasuk masalah makan yang kurang lahap, yang intinya “berilah makanan dan rezeki bagi dirimu dan keluargamu dengan makanan yang halal niscaya Anda dan keluarga Anda akan terhindar dari dahsyatnya api neraka” – hahahah, mengutip isi khutbah Jum’at kemarin di mesjid dekat rumah.

Masalah tidak “LBHCPTLBHBQ” pertama adalah tidak “LBHCPTLBHBQ” mencekal Pak Nazar ke luar negeri, masalah tidak “LBHCPTLBHBQ” kedua adalah tidak “LBHCPTLBHBQ” menangkap dan memulangkan Pak Nazar kembali ke tanah air, dan masalah tidak “LBHCPTLBHBQ” ketiga adalah tidak “LBHCPTLBHBQ” membungkam Pak Nazar. Semoga saja tidak terjadi tidak “LBHCPTLBHBQ” keempat, kelima, keenam, dan seterusnya, karena kalau itu terjadi, Lembaga Survei Indonesia (LSI) akan ketawa ketiwi dan dengan bangga menuliskan angka 10% hasil servei kepercayaan rakyat terhadap Pak Beye dan Presidennya.

Tidak perlulah diceritakan di sini kronologis kasusnya secara panjang lebar karena saya yakin teman-teman semuanya sudah tahu, bahkan mungkin lebih tahu dari Pak Jafar Hafsah (Ketua Fraksi PD DPR) dan Pak Sutan Batugana (Ketua Bidang Perekonomian PD) – hal ini saya simpulkan dengan begitu hebatnya beberapa teman-teman tentang cerita ini, suatu ketika di gazebo beberapa hari yang lalu. Hahahah. Namun, salah satu hal menarik dari kasus ini adalah penyataan Pak Nazar yang mengatakan dirinya telah “dianiaya” dan akan melakukan “perlawanan” dari pulau kecil aduhai makmur yang khas dengan patung merlionnya itu.

Pertanyaan “apa yang akan dilakukan Pak Nazar?” yang selama ini berbuah penasaran di segelintir masyarakat akhirnya mulai tercerahkan hari ini. Kedatangan Kompas (Edisi 2/7/2011) yang sedikit mengagetkan, karena pintu rumah digedor keras tak seperti biasanya oleh Pak Loker Koran subuh tadi menjawabnya: melalui pengacaranya, OC. Kaligis ***kuis: apa kepanjangan dari OC? hahahah***, Pak Nazar mulai membeberkan adanya dana sebesar Rp 9 Milyar yang dibagikan kepada beberapa pelaku deelneming lainnya, menyeruaklah nama-nama seperti Angelina Sondakh dan Mirwan Amir yang yang sekarang menjabat sebagai anggota DPR-RI, Anas Urbaningrum yang sekarang Ketua Umum PD, dan Andi Mallarangeng – sang antagonis jargon “LBHCPTLBHBQ”* yang sekarang menjadi Menpora.

Jempol pertama saya layangkan kepada Pak Nazar karena beliau memilih Singapura sebagai Pentagonnya (pentagon adalah nama markas pusat angkatan bersenjata USA dan disebut pentagon karena bentuknya memang pentagon alias bersegi lima). Alasan utama mengapa Pak Nazar memilih Singapura, bukan karena Singapura belum memiliki perjanjian ekstradisi dengan Indonesia sebagaimana dianulirkan selama ini. Alasan lainnya tentu saja bukan karena Singapura dekat dengan Indonesia yang hanya butuh 20 menit naik kapal dari Pulau Batam, dan juga tentu saja bukan karena di Singapura ada Universal Studio sehingga Pak Nazar bisa menghabiskan waktu berobatnya dengan naik roller coaster dan lain lain sebagainya – ngawur. Alasan utamanya adalah karena sistem hukum di Singapura memungkinkan warga negara asing mencari keadilan apabila di negara asalnya diduga terjadi praktik pengadilan yang tidak adil. Menurut Anda pintarkah Pak Nazar? Kalau iya, mohon jempol teman-teman juga dilayangkan untuk Pak Nazar seperti yang telah saya lakukan. klik di sini kalau teman-teman mau melihat jempol saya.

Jempol kedua saya layangkan kepada Pak Nazar karena beliau berani, kerennya disebut brave, dan kalau diandaikan Pak Nazar adalah seorang counter terorist di game hebat Counter Strike, maka angka bravery Pak Nazar mencapai 9 atau 10, angka maksimal. Bukti keberanian Pak Nazar di antaranya yaitu: tidak menghiraukan perintah The Majesty Susilo Bambang Yudhoyono sebagai sesepuh PD yang memintanya untuk segera kembali ke Indonesia, ‘mengkhianati’ sederetan petinggi PD, dan mengungkap nama-nama pelaku deelneming lainnya. Pak Nazar menurut saya sudah dapat disejajarkan dengan Pak Inu Kencana *masih ingatkah Anda?* yang membongkar skandal kekerasan di sekolah calon pejabat: STPDN yang sekarang IPDN, Ibu Samiati yang membongkar skandal contek massal, dan Jendral Susno Duadji yang membongkar skandal kroupsi pajak Gayus HP Tambunan meskipun akhirnya dikriminalsiasi dan dikhianati negara.

Jasus versi Koruptor

Untuk kasus Pak Nazar ini, saya teringat istilah jasus (جاسواسو) yang ada waktu di pesantren dulu – hahahah, berlagak pernah di pesantren, mimpi kaleee. Jasus adalah bahasa Arab yang artinya mata-mata atau briton kerennya adalah spy. Jasus adalah gelar rahasia seorang santri/santriwati yang telah melakukan pelanggaran tata tertib pesantren dan untuk lepas dari deraan hukuman yang menantinya, maka santri/santriwati itu ditugaskan untuk mencari santri/santriwati pesantren lainnya yang melakukan pelanggaran. Apabila jasus telah mendapatkan pelanggar baru maka gelar rahasia sebagai jasus ini akan dilepaskannya sekaligus lepas dari deraan hukuman. Adil? Iya, efektif? Iya. Inilah strategi hebat kehidupan pesantren untuk menciptakan stabilitas “keamanan dalam negerinya” yang pantas untuk dicontoh “negeri luar”: Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berbagai strategi pemberantasan korupsi di negeri ini telah diumpamakan dengan beraneka macam perumpamaan, di antaranya adalah bagai macan ompong atau bagai pisau yang bawahnya tajam dan atasnya tumpul. Perumpamaan tersebut timbul disesuaikan dengan realitas pemberantasan korupsi yang ada yang cenderung tidak ada apa-apanya. Maka dari itu, diperlukan suatu strategi baru nan efektif dalam rangka pembumihangusan budaya korup di negeri ini, yang salah satunya menurut saya yang pantas adalah dengan meniru strategi gelar rahasia jasus yang ada di kehidupan pesantren. Jika hal tersebut diterapkan terhadap pelaku korupsi, adilkah? Adil dengan syarat terlebih dahulu mengembalikan semua kekayaan negera yang telah dikorupsinya. Efektifkah? Saya rasa belum, maka dari itu untuk mengefektifkannya saya melirik strategi pemasaran Matahari Department Store yaitu Buy 1, Get 1 Free, yang selanjutnya untuk persoalan koruptor dimodifikasi menjadi: Ungkap 10, Gratis 1 (Anda). Saya kira inilah penawaran spesial yang pantas untuk diberikan kepada Nazaruddin: Ungkap 10, Gratis 1 (Anda). Koruptor masuk bui, rakyat sejahtera, negara jaya, MERDEKA INDONESIA.

Posted in , , , | Leave a comment

Keluarga Sunyi

Keluarga Sunyi Aktivitas sehari-hari sebagaimana biasanya, malam masih muda, binatang-binatang terbang satu per satu bangun dari peraduannya. Manusia-manusia bersarung, ada yang masih dengan mukenanya, ada dengan sajadah di tentengannya, berwajah cerah bersinar, baru pulang dari menghadapkan keimanannya ke Illahi Rabbii.

Ku lipat pula sarungku, ku masukkan ke dalam tas, dan ku punggungkan ransel besar itu, sedetik kemudian, meluncur dengan teman baikku beroda dua, berasoi geboi di jalan-jalan mulus ibukota, meliuk-liuk di antara roda dua, roda empat, dan roda sepuluh lainnya, lampu bermata tiga pun dilalui beberapa. Tapi apa daya, keindahan malam itu dengan moonpass nya, tak terasa lengkap bilamana si dua belas jari mengadu tak ada kerjaan, HCL membuncah-buncah meminta asupan makanan dari empunya, dan sekujur dendrit telah mengirim sinyal ke terminal pusatnya mengatakan “waktunya untuk makan”.

Rem diinjak, merah menyala lampu belakangnya. Kedua roda klop berhenti di sebuah tempat bergerobak yang menyemburkan asap putih berbau tumis goreng, alangkah sedapnya. “Nasi gorengnya ya mas!”, mintaku sesuai selera makan yang berlaku malam itu. Beberapa menit kemudian makanlah si mulut, riahlah si dua belas jari, tenanglah si HCL, dan berkata “terima kasih” lah si dendrit ke terminal pusatnya. Alhamdulillah.

Sayup-sayup di belakangku, ada sedikit kegaduhan yang tak biasa, ku putar badan sebentar, dan menemukan sekumpulan orang, berbicara bukan dengan mulut lidahnya, tapi dengan tangan dan gerak tubuhnya. Pikirku waktu itu, ini langka, ini unik, dan lambat-lambat merasa ada yang lain, merasa pedih buatku selama ini merasa masih tidak puas atas segenap kesempurnaan yang telah diberikan-Nya.

‘Mungkin mereka satu keluarga’ imbuhku dalam hati seraya melahap sepotong telur yang tersisa. Mereka, 2 wanita setengah baya, 2 wanita masih muda, 2 pemuda, dan 2 kakak beradik cilik perempuan.

Beberapa kali ku curi-curi pandang ke arah mereka, bahkan ku sempat berpikiran untuk mendekati mereka dan berkenalan dengan mereka. Tapi takut rasanya, akan berbeda bahasa kita dan tentu saja barangkali akan menyinggung mereka dengan kehadiranku di antara kehangatan keluarga itu. Semakin ku menengok, semakin teriris hati ini rasanya. Tersinggung ku jadinya, tak bersyukur ku ternyata selama ini, maafkan, sekali lagi maafkan. Fabiayyi aalaa irabbi kumaa tukadzibaan (nikmat apalagi dari Ku yang engkau ingkari?) QS: Ar-Rahman.

Muncullah pertanyaan-pertanyaan itu: bagaimana kehidupan keluarga mereka, bagaimana mereka bekeja, mencari nafkah, bagaimana mereka berhubungan dengan orang lainnya yang normal, bagaimana bila mereka dicela, dicerca, dimaki, diejek, bagaimana menanggapi mereka? Bagaimana ini? Bagaimana itu? Bagaimana jika? Sungguh tak pernah ku bayangkan ada yang seperti ini.

Tapi, dari guratan wajah mereka tak ku temukan sesuatu gelisahpun seperti di kebanyakan kita yang normal, tak ada beban, yang ada adalah rasa sayang dan kasih sesama mereka. Sungguh selama ini kita telah melupakan bahwa betapa buruknya hidup kita yang selalu belum puas dengan apa yang telah diperoleh dari-Nya yang “baik-baik saja”.

Semoga Allah memberikan mereka kehidupan yang baik dan bahagia, terbaik untuk mereka. Sebuah keluarga “sunyi” bahagia di antara ribuan keluarga “ribut” berantakan di muka bumi ini yang telah dikehendakinya. Maha Kuasa Engkau.

Posted in , , , , , , | 2 Comments
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.