Archive for September 2010

Rasanya Hidup di Rumah 'Penghuni Terakhir'

Rasanya Hidup di Rumah 'Penghuni Terakhir' Sebuah reality show yang begitu menarik perhatian kembali ditayangkan setelah beberapa tahun absen di layar televisi, nama acaranya adalah Penghuni Terakhir. Pernah dengar? Pernah nonton? Atau malah ngefans dengan salah satu penghuninya? Mungkin di beberapa orang, acara yang satu ini menurut mereka adalah acara yang begitu membosankan, beberapa orang menganggapnya mungkin menyeramkan, dan tak sedikit pula mengatakan kalau acara ini sangat menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan. Saya adalah salah satu dari golongan mereka yang terakhir disebutkan.

Beberapa pertanyaan muncul seperti pernahkan kita membayangkan menjadi salah seorang penghuni di sana? Bagaimana ya rasanya hidup di dalam rumah itu? karakter apa yang kita akan tampilkan di sana? Bagaimana sikap kalau hal ini hal itu terjadi? Bagaimana kalau si ini si itu bilang begini? Tanggapan kita bagaimana? Tahankan kita dengan segudang kebohongan, kemunafikan, dan intrik-intrik yang ada di dalamnya? Ever your imagine that?

Pernah beberapa kali merasakan kehidupan yang mirip dengan kehidupan di Penghuni Terakhir adalah alasan utama yang menarik perhatianku dengan acara yang satu ini, meskipun dengan orientation,plan, dan goals yang berbeda. Kalau di Penghuni Terakhir orientation, plan, dan goals nya adalah bagaimana cara supaya dapat bertahan di rumah itu lebih lama dan menjadi satu-satunya penghuni pada akhir cerita dan berhak atas hadiah rumah senilai Rp 1 Milyar, sedangkan saya dalam kehidupan yang mirip tadi memiliki orientation, plan, dan goals berupa-beda diantaranya yaitu melatih kerja sama, meningkatkan kekompakan, memenangkan kompetisi, sampai pada yang terakhir adalah kuliah kerja nyata.

Hidup dengan tingkah dan karakter orang yang berbeda dengan apa yang biasa kita tunjukkan sehari-harinya, hidup dengan orang-orang berpola pikir berlainan dengan yang kita miliki, dengan rupa, bentuk, pengalaman hidup, dan kebiasaan yang berbeda, dalam waktu yang lumayan lama, menurutku adalah hal yang luar biasa yang membuatku sangat bersyukur karena tidak banyak orang yang pernah mendapatkan kesempatan untuk menjalani hidup seperti itu. (Mungkin pengecualian bagi teman-teman yang pernah menjalani kehidupan di pesantren, karantina, atau asrama waktu sekolah dulu) Jadi, bagi teman-teman yang belum pernah merasakannya, carilah peluang untuk itu, karena akan tak terasa lengkap hidup teman-teman sebelum merasakan hal yang seperti demikian.

Pada awalnya semua akan terasa indah, bersemangat, dan seakan-akan all is well. Seiring waktu, karakter-karakter unik itu mulai memperlihatkan dan menampakkan dirinya masing-masing, ya... sebagaimana kebutuhan hidup manusia selalu ingin mengaktualisasikan dirinya. Pada saat yang satu menunjukkan karakter angel nya, akan ada yang lain yang menunjukkan karakter demon nya. Pada saat yang satu menjukkan aksi, pasti yang lainnya akan menunjukkan reaksi. Saya mengimajinasikan ini semua sebagai SEKOLAH PENGEMBANGAN KARAKTER GRATIS *ingat: kata ‘GRATIS’ nya adalah huruf besar dan di bold kan* dengan 5 aturan utamanya yaitu perhatikan, tanggapi, pelajari, filtrasi, dan terapkan. Akan ada banyak pelajaran menarik yang diberikan di dalamnya dan tentu saja ada banyak pula manfaat yang akan kita peroleh, seperti beberapa di antaranya:

  • Cerita ketika si bermulut besar sedang berkoar-koar berusaha menyebarkan pengaruhnya yang individualis, kita hanya tersenyum-senyum melihat aksinya dan tak melewatkan sedikitpun untuk belajar banyak darinya;
  • Cerita ketika si high pressure sedang emosian pada seseorang atau pada sesuatu hal yang menurutnya tak semestinya. Saat itu kita belajar tentang sampai sejauh mana dan seluas apa pikiran seseorang;
  • Cerita ketika si pembual melemparkan kata-kata tajam berdurinya, kita mengerti bahwa bualan itu sebenarnya adalah ditujukan untuk diri mereka sendiri;
  • Cerita ketika si pembohong berbohong lagi dan berbohong lagi, di sana kita belajar mengenali ekspresi wajah, body language, pilihan kata, dan jedah bicara orang-orang yang berkata jujur dan orang-orang yang kemungkinan besar berkata dusta;
  • Cerita ketika kebaikan dan ketulusan disebarkan oleh mereka-mereka, di sana kita menjadi saksi bahwa di mana-mana kebaikan dan ketulusan akan dibalas dengan yang serupa bahkan lebih besar daripadanya;
  • Cerita ketika si egois memaksakan kehendaknya, kita belajar tentang bagaimana seharusnya kita menghormati, menghargai, dan mengerti perasaan dan cara pandang yang lainnya;
  • Cerita ketika si pelit menyembunyikan yang seharusnya dikeluarkannya, kita akan geleng-geleng kepala dan berharap orang ini dilapangkan rezekinya kelak;
  • Cerita ketika si pencemooh menertawakan yang lainnya, kita akan belajar dari yang lainnya itu tentang bagaimana cara membangun pribadi yang kokoh dan pengendalian diri yang kuat;
  • Cerita ketika ketulusan dan keikhlasan diberikan kepada mereka yang buruk, di sana kita akan belajar kalau sebenar-benarnya yang lemah adalah mereka yang buruk dan yang kuat adalah mereka-mereka yang baik;

Dan di akhir cerita itu semua, kita akan mendapatkan beribu-ribu manfaat dan pelajaran yang takkan pernah kita dapatkan sebelumnya di bangku sekolah, di bangku kuliah, di tempat kursus, di pelatihan-pelatihan, dan di keluarga kecil kita. Dan di akhir cerita itu pula, kita telah menentukan pada yang mana kita berdiri, yang seperti ini kah atau yang seperti itu kah, tergantung dengan pilihan yang baik atau yang buruk menurut definisi di pikiran kita tentang yang mana yang disebut baik itu dan yang mana yang disebut buruk itu. Pernah kah Anda? Belum kah Anda? Mau kah Anda? Seru dan mengasyikkan pastinya.

Posted in , , , , , , , , | Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.