Archive for November 2009

Siapkan Masa Depan si Kecil dari Sekarang

Siapkan Masa Depan si Kecil dari Sekarang “Yang bener aja nih postingan”, “belum waktunya kaleee”, “itukan masih lama”, mungkin itulah tiga dari sederet kemungkinan gumaman yang keluar dari mulut Anda sepersekian detik setelah membaca judul postingan yang di atas. “Mau-mau gue dong”, itu jawaban sekaligus elakanku.

Berpikir ke depan dan berorientasi masa depan ada baiknya kita pikirkan sedini mungkin terutama bagi kita-kita sebagai seorang cowok yang mau tak mau kelak akan menjadi seorang ayah dari si kecil-si kecil hebat pengguncang dunia itu, ayah dari si Hugo Chaves Kecil, ayah dari Kennedy kecil, ataukah ayah dari si Ahmadinejad kecil. Cewek-ceweknya juga demikian, siapkan diri Anda dari sekarang karena kelak akan jadi ibu dari si kecil manis dan penyayang itu, ibu dari si kecil Hillary, ibu dari si kecil Angela Merkel, ataukah ibu dari si kecil Benazhir Bhuto.

Coba tanyakan ini pada diri Anda: “5 tahun ke depan aku mau jadi apa yaa?” atau “10 tahun ke depan aku ingin hidup seperti apa yaa?” ataukah “Jadi apa yaa aku nantinya?”. Sudah atau beluuum?

Ada jutaan hal dalam genggaman masa depan, ada kehidupan, ada kematian, ada kekayaan, ada kemelaratan, ada prestasi, ada gelar, ada jabatan, ada kebangkrutan, ada bencana, ada pernikahan, ada kelahiran, ada kehadiran si kecil, dan jutaan lainnya yang tak sempat disebutkan.

Nah, postingan ini khusus sepele saya buat untuk membahas satu dari jutaan hal yang ada dalam genggaman masa depan itu, fokusnya adalah tentang kehadiran si kecil buah hati kita kelak. Pernah tidak Anda berpikiran tentang si kecil itu? Berpikiran tentang bagaimana lucunya mereka, bagaimana nakalnya mereka, bagaimana kalau mereka ngompol, di mana kita akan menyekolahkannya, bagaimana cara kita membimbingnya kelak; akhlak, akademik, dan sopan santun mereka, dan lain sebagainya.

Hmmm,saya yakin dan percaya kalau hanya sedikit dari kita-kita yang pernah memikirkan itu. Untuk tujuan itulah postingan ini saya buat sebagai sebuah bahan renungan dan referensi instant Anda sebagai kado special akan kehadiran mereka kelak. Apa-apa saja yang bisa Anda persiapkan sekarang? ini dia jawabannya.

1. Siapkan Perisai Agama Terkokoh yang Pernah Ada

“Anak-anak, ibu guru ada pertanyaan nih?”, sahut ibu guru saat memulai pelajaran Pendidikan Agama, “dijawab yaa!”.

“Siapa yang bisa sebutkan perbuatan terpuji apa yang biasa kita lakukan kepada kedua orang tua?”.

“Saya Bu”, teriak Bobby dan Rian hampir bersamaan.

“Yaa Bobby duluan yang jawab”, kata Bu Guru.

“Mendengarkan nasihat orang tua dan berbakti kepada keduanya”, jawab Bobby mantap.

“Ya, sekarang giliran Rian!”, kata Bu Guru berpaling ke arah kiri, “Rian, apa jawabannya?”.

“Pura-pura tidak mendengar kalau ibu memanggil dan pura-pura lupa sama yang disurukan Bapak”, Jawab Rian dengan seringai nakalnya kepada Bu Guru Seperti Biasa.

Jika Anda adalah orang tua dan disuruh memilih, siapakah di antara keduanya yang Anda pilih sebagai anak Anda? Bobby atau Rian? *wajib dijawab*.

Akhlak anak sangat erat hubungannya dengan pendidikan keluarga. Pendidikan keluarga dominan diisi dengan pendidikan agama di samping pendidikan tata krama. Coba Anda pikir, bagaimana caranya mengajari sang anak jika si orang tuanya saja tidak memiliki pondasi agama yang kuat. Bla Bla Bla.

Makanya, kita harus kokohkan iman yang kita miliki. Disiplin shalat 5 waktu yang mempunyai manfaat begitu dahsyat untuk kehidupan sehari-hari kita. Pelajari Alqur’an dan hadist-hadist, cari makna di dalamnya, dan coba terapkan dalam kehidupan kita. Berbagi ke sesama dan rendah hati pada semua orang. Sopan santun dijaga yang InsyaAllah akan menarik lebih banyak orang untuk berteman dengan kita. Pokoknya akhlak, akhlak, akhlak, kudu mesti diperbaiki dengan media agama.

Kebiasaan itu adalah hal yang dilakukan secara berulang-ulang. Kebiasaan baik akan memencarkan cahaya-cahaya kebaikan ke orang-orang di sekitar kita, begitupun kebiasaan buruk yang kita miliki pula memancarkan cahaya-cahaya buruk ke orang-orang di sekitar kita. Nah, kalau kita sudah terbiasa dengan kebaikan dan akhlak agama yang WAH, InsyaAllah anak-anak kita kelak akan memiliki akhlak yang sama dengan kita, bahkan harus jauh lebih ‘WAH’.

2. Jangan Pernah Jadi Superman is Dead

Siapa yang tak kenal Superman. Superhero berkostum warna merah biru ini dikenal hampir di seluruh penjuru sejagat, tua-muda, laki-perempuan, kaya-miskin, semuanya kenal dia. Bahkan karena kepopulerannya, sebuah anekdot pertanyaan lucu muncul karenanya: “kenapa Superman celana dalamnya dipakai di luar?” dan “kenapa Superman sayapnya di belakang?” Jawab sendiri yaa Heheheh.

Melesat dari awan ke awan, meliuk-liuk di antara puluhan gedung pencakar langit, bermanuver dari udara ke hampir kurang sejengkal dari tanah, mengangkat beban berton-ton kilogram, dan banyak lagi kekuatan super yang dimilikinya. Tapi sayang, Superman hanya merupakan hasil mahakarya imajinasi manusia.

Kitalah Superman itu, makhluk tercerdas dan terunik yang Tuhan khusus ciptakan untuk hidup di muka bumi ini. Tanda-tanda ke-super-an kita yaitu dengan saling berbagi, saling memberi, saling menyayangi, membantu sesama, mengulurkan tangan, tolong-menolong, kerjasama, berbakti, menebar senyum, dan jutaan kekuatan super lainnya.

Banyak di antara kita-kita yang tidak menyadari bahwa dirinya lah sang Superman sejati, mengubur ribuan kekuatan dahsyat itu dengan bermalas-malasan, menunda-nunda, nyantai abis, besok-besoklah kita kerja itu, dan kata-kata memuakkan lainnya.

Bagi kalian-kalian yang peduli akan masa depan si kecil buah hati Anda kelak, harapanku janganlah Anda menjadi Superman is Dead. Camkan dalam setiap detik kehidupan Anda dan pada setiap pekerjaan yang Anda lakukan bahwa “apa sikapku sekarang akan berdampak besar bagi anak-anakku dan orang-orang setelahku. Jika aku baik, maka baiklah mereka dan jika aku buruk, maka kemungkinan mereka juga akan buruk”.

3. Tetaplah Kuliah dan Bersekolah

Pendidikan adalah investasi terbesar yang kita miliki. Pada akhir dekade pertama milenium ini, pendidikan telah menjelma sebagai suatu alat untuk mengukur status sosial seseorang sekaligus sebagai alat untuk mengumpulkan sebanyak-banyak materi.

Seiring dengan pergeseran pola pikir manusia yang sebelumnya hanya semata-mata memikirkan bagaimana bisa makan hari ini, manusia sekarang telah memikirkan berbagai cabang-cabang glory lainnya yang bisa mereka dapatkan seumur hidupnya: jabatan yang tinggi, punya rumah mewah, punya mobil mewah, wisata ke pulau, bisa membeli apa saja yang kita inginkan, dan lain sebagainya. Peluang utama untuk mendapatkan kesemua itu adalah dengan pendidikan yang tinggi.

Pernah kebayang nggak ketika si kecil-si kecil itu bertanya ini itu di masa-masa awal pertumbuhannya? Seandainya Anda nggak tahu jawabannya, tegakah Anda membohongi si kecil? Makanya kita harus belajar dan banyak tahu tentang banyak hal.

Pendidikan yang tinggi sangat dekat dengan kakayaan, kalau Anda kaya otomatis anak-anak Anda nantinya akan hidup sejahtera, gizinya cukup, kesehatan terjamin, dan sebagainya.

4. Lakukan Seleksi dan Casting Terselubung Terhadap sang Calon Emak/Abah nya

Hmmm cinta, cinta, cinta, apa jadinya dunia tanpa cinta yaa? hampa dan hambar, dua kata yang akan mewakili jutaan jawaban lainnya. Nah, pada poin inilah, Anda akan menemukan salah satu bagian terindah dalam ribuan mozaik kehidupan Anda. Bagian tak terlupakan yang pernah Anda alami dan pada bagian inilah terletak sebuah magic yang mampu menyihir orang yang tadinya duduk santai dan tenang menjadi senyam senyum sendiri mirip orang g***.

Tapi apakah dengan only cincha saja hidup kita akan bahagia ke depannya? tidak. Apakah persoalan itu sudah dianggap selesai ketika cincha kita diterima olehnya? tidak. Apakah cerita cincha itu semata-mata memberi kebahagiaan? tidak. Apakah cincha mampu menyulap yang sebelumnya tidak ada menjadi ada? tidak. Apakah cincha mampu mengenyangkan perut yang keroncongan? tidak. Intinya, cinta bukan segala-galanya, masih banyak pertimbangan lain yang harus kita perhatikan selain persoalan cinta untuk memilih si dia.

Lakukan seleksi dan casting terselubung terhadap mereka-mereka yang menurut Anda menarik sebelum memutuskan memilih di antaranya. Kenali latar belakangnya, kenali keluarganya, kenali siapa teman-temannya, kenali sifat-sifatnya, bahkan ada baiknya Anda bertanya kepada orang-orang dekatnya yang barangkali dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan pastinya dapat menyimpan rahasia. Setelah mantap, baru deh kita lancarkan strategi terindah dan manuver terromantic yang pernah ada di muka bumi ini – yang ceweknya disesuaikan aja yaa.

5. Tetap Jaga Hubungan Dengan Teman-Teman Anda

Rezeki itu dari Tuhan, tak ada seorang beragamapun yang mau menolak pernyataan itu. Namun, pastinya Anda pernah berpikiran, “bagaimana bisa rezeki itu diberikan Tuhan kepada kita?”. Hahahah. Jawabannya adalah melalui perantaraan manusia. Rezeki Tuhan beredar dari manusia yang satu ke manusia lainnya, jadi orang yang mempunyai banyak teman, sahabat, atau kenalan akan mempunyai kesempatan memperoleh rezeki Tuhan lebih banyak daripada orang-orang yang hanya punya sedikit teman. Ngerti toh?

Makanya, jagalah hubungan Anda dengan teman-teman Anda. Buang jauh-jauh prinsip “aku hanya ingin berteman dengan orang-orang yang bermanfaat”.

Berkawan dan bersahabat adalah sebuah investasi tak ternilai seperti halnya kesehatan. Hubungan kawan dan sahabat bisa jadi kita wariskan kepada anak-anak kita kelak, bahkan tak jarang kita menemukan orang tua yang semasa kecilnya bersahabat berhasil menjodohkan anak-anaknya dan mereka bahagia. Nggak ada ruginya kan punya banyak teman?

Mampukah Anda melakukan kelima persiapan-persiapan kecil di atas itu? Gampang kok. Ayolah, sekarang bukan waktunya lagi untuk bermalas-malasan, bukan waktunya nyantai, juga bukan waktunya lagi untuk egois. Kita harus jadi Thomas Alfa Edison nya 2009 yang memikirkan masa depan tak hanya sekarang, memikirkan keindahan warna warni dunia dengan cahaya dari bohlam lampu. Kita harus jadi Marconi nya 2009 yang memikirkan masa depan tak hanya sekarang, memikirkan bagaimana mengatasi kekangenan orang-orang tersayang hanya dengan media ponsel. Mari bergerak sekarang dan siapkan hadiah special akan kehadiran mereka kelak.

Posted in , , , , , | Leave a comment
Diberdayakan oleh Blogger.

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.